Pernah Saling Perang, Warga Munte dan Karondang Serahkan 31 Senpira Papporo ke Polisi
MASAMBA, TEKAPE.co – Puluhan senjata api rakitan (senpira) jenis papporo diserahkan ke Polres Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Jumat (11/9/2026).
Total ada 31 pucuk senjata rakitan yang diserahkan dari dua desa di Kecamatan Tanalili.
Rinciannya, 20 pucuk senpira berasal dari Desa Munte, sementara 11 pucuk lainnya dari Desa Karondang.
BACA JUGA: Guru SD di Palopo Dilaporkan, Diduga Raba Pantat Siswa Kelas V di Dekat Gudang Sekolah
Penyerahan senjata tersebut berkaitan dengan perseteruan yang sebelumnya kerap terjadi antara warga kedua desa.
Senpira kemudian diserahkan ke Mapolres Luwu Utara sebagai bagian dari upaya meredam konflik sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Kapolres Luwu Utara AKBP Nugraha Pamungkas mengapresiasi langkah pemerintah desa bersama masyarakat Munte dan Karondang.
BACA JUGA: Bentrokan Pecah Saat Eksekusi Lahan di Makassar, Polisi Dihujani Batu hingga Diserang Busur
Menurut Nugraha, penyerahan senjata tersebut menunjukkan adanya itikad baik dari kedua pihak untuk menciptakan kondisi yang lebih aman dan kondusif.
“Kita sangat apresiasi itikad baik berupa penyerahan senjata api rakitan jenis papporo tersebut yang dibawa langsung oleh kepala desa Munte dan Desa Karondang, Kecamatan Tanalili,” ujar Nugraha Pamungkas.
Ia menilai penyerahan senpira tersebut menjadi langkah positif dalam mendukung terciptanya kamtibmas di wilayah hukum Polres Luwu Utara.
Bupati Luwu Utara Andi Abdullah Rahim turut hadir dalam kegiatan penyerahan tersebut.
Bupati juga mengapresiasi kesediaan pemerintah dan masyarakat kedua desa menyerahkan senjata rakitan yang selama ini berpotensi digunakan dalam konflik.
Pasalnya, Desa Munte dan Desa Karondang diketahui kerap terlibat perseteruan yang bahkan beberapa kali berujung pada perkelahian hingga peperangan antarkelompok.
“Tentunya kami sangat mengapresiasi atas itikad baik dari dua desa tersebut yang sering bersiteru, melakukan perkelahian bahkan peperangan, dengan menyerahkan senjata api rakitan ke Mapolres Luwu Utara,” ucap Andi Abdullah Rahim.
Andi Abdullah berharap penyerahan 31 senpira tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial.
Ia berharap langkah itu menjadi momentum bagi kedua desa untuk benar-benar mengakhiri konflik dan mengedepankan perdamaian.
Masyarakat juga diminta bersama-sama menjaga keamanan serta menghindari tindakan yang dapat kembali memicu keributan.
“Kami juga berharap jika di kemudian hari masih ada yang ingin merusak kamtibmas di Luwu Utara agar kiranya cepat ditangkap pelakunya, karena perbuatan inilah yang tidak menginginkan daerah kita berkemajuan,” tegasnya.
Penyerahan puluhan senpira tersebut diharapkan menjadi awal baru bagi warga Desa Munte dan Desa Karondang untuk menjaga perdamaian.
Selain itu, langkah tersebut diharapkan dapat mencegah senjata rakitan kembali digunakan dalam konflik antarwarga.
(Accy)





Tinggalkan Balasan