Tekape.co

Jendela Informasi Kita

Bikin Panen Melonjak 97,3 Persen, 3 Mahasiswa UNCP Pasang Teknologi Nutrisi Otomatis di Greenhouse Latuppa

Mahasiswa UNCP memasang sistem kontrol nutrisi otomatis berbasis mikrokontroler untuk membantu pengelolaan tanaman hidroponik di greenhouse Kelompok Tani Hortikultura Latuppa, Palopo. (Dok: UNCP)

PALOPO, TEKAPE.co – Tiga mahasiswa Program Studi Informatika, Fakultas Teknik Komputer, Universitas Cokroaminoto Palopo (UNCP), menerapkan teknologi kontrol nutrisi otomatis berbasis mikrokontroler pada greenhouse Kelompok Tani Hortikultura Latuppa.

Greenhouse tersebut berada di Kelurahan Murante, Kecamatan Mungkajang, Kota Palopo.

Teknologi ini diterapkan melalui Program Kreativitas Mahasiswa Penerapan IPTEK (PKM-PI) tahun 2026.

BACA JUGA: Keren! UNCP Kembali Tembus KMI EXPO 2026, Jadi Wakil Luwu Raya di Panggung Nasional

Tim mahasiswa terdiri atas Aulia Azani Umair sebagai ketua pelaksana, bersama Sintia dan Siti Nurfadila Jahrir.

Dalam pelaksanaannya, mereka mendapat pendampingan dari dosen Baso Ali, S.Pd., M.Pd.

Adapun mitra program merupakan greenhouse hortikultura yang diketuai sekaligus dikelola oleh Gede Satwika.

BACA JUGA: Tak Cuma Cari Nilai, 32 Mahasiswa UNCP Ditantang Hadirkan Solusi untuk Masyarakat Lewat KKN-T

Sebelum teknologi tersebut diterapkan, pengelolaan nutrisi tanaman hidroponik di greenhouse masih dilakukan secara manual.

Petani harus melakukan pengecekan secara langsung dan berkala untuk memastikan kondisi larutan nutrisi tetap sesuai kebutuhan tanaman.

Dari hasil identifikasi awal, kepekatan larutan nutrisi berada pada kisaran 150-250 ppm.

Sementara tingkat pH berada di angka 4-5.

Kondisi tersebut dinilai belum ideal untuk menunjang pertumbuhan sayuran daun secara optimal.

Berangkat dari persoalan tersebut, mahasiswa UNCP kemudian merancang sebuah sistem kontrol nutrisi otomatis berbasis mikrokontroler.

Sistem tersebut dirancang untuk membantu memantau kondisi nutrisi tanaman sekaligus memudahkan pengelolaan instalasi hidroponik.

Menariknya, sistem dilengkapi antarmuka Telegram Bot.

Melalui Telegram Bot, pengguna dapat melihat status sistem serta memilih pengoperasian dalam mode otomatis maupun manual.

Teknologi itu kemudian dirakit dan dipasang langsung pada instalasi hidroponik milik mitra.

Namun, program tidak berhenti setelah alat terpasang.

Tim melakukan sejumlah tahapan, mulai dari menyiapkan komponen, membuat program, merakit perangkat, hingga melakukan pengujian sistem.

Mahasiswa juga memberikan pelatihan kepada mitra mengenai cara mengoperasikan teknologi tersebut.

Pendampingan perawatan, monitoring, dan evaluasi dilakukan untuk memastikan sistem dapat digunakan sesuai kebutuhan.

Tim turut menyiapkan buku pedoman penggunaan sebagai panduan bagi mitra agar teknologi dapat dioperasikan secara mandiri dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini