Pelestarian Mangrove Langsa, Mahasiswa Universitas Samudra Soroti Fungsi Ekologi dan Edukasi
LANGSA, TEKAPE.co – Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Samudra mengamati langsung ekosistem Hutan Mangrove Kota Langsa, Aceh, Kamis (15/10/2026).
Observasi lapangan ini dilakukan mahasiswa PGSD Angkatan 2025 Unit 05 untuk memenuhi tugas mata kuliah Media Pembelajaran. Kegiatan tersebut menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mempelajari fungsi hutan mangrove sekaligus memahami pentingnya menjaga kelestarian lingkungan pesisir.
Dalam kegiatan itu, mahasiswa menggali informasi mengenai sejarah perkembangan kawasan wisata mangrove, jenis-jenis tumbuhan, hingga manfaat ekosistem tersebut bagi lingkungan dan kehidupan masyarakat.
BACA JUGA: Pertalite Langka di Torut, Warga Torut Antre Berjam-jam, Satlantas Malah Sibuk Periksa STNK di SPBU
Petugas lapangan Pos 3 Wisata Hutan Mangrove Langsa, Romi Irawan, menjelaskan bahwa kawasan tersebut memiliki keunikan, terutama dari bentuk akar mangrove yang beragam.
Struktur akar tersebut merupakan bentuk adaptasi tumbuhan mangrove terhadap lingkungan pesisir yang berlumpur dan dipengaruhi pasang surut air laut.
Selain menjadi ciri khas ekosistem mangrove, keberadaan tumbuhan ini berperan penting dalam menjaga kestabilan garis pantai, mengurangi risiko abrasi, serta menjadi tempat berlindung dan berkembang biak bagi berbagai jenis fauna pesisir.
BACA JUGA: Pasca Pemakzulan Sebagai Bupati, Husniah Talenrang Unggah Foto Anak dan Sebut Dua Kabar Baik
Kawasan mangrove Langsa juga memiliki nilai sejarah dan ekonomi.
Berdasarkan informasi yang diperoleh mahasiswa dari narasumber, perkembangan kawasan tersebut berawal dari gagasan Wali Kota Langsa pada masa itu untuk menghidupkan kembali kawasan pelabuhan.
Seiring waktu, kawasan ini berkembang menjadi salah satu ikon Kota Langsa yang menarik perhatian masyarakat dan wisatawan.
Tidak hanya berfungsi menjaga keseimbangan ekosistem, hutan mangrove juga membuka peluang ekonomi melalui wisata alam. Potensi tersebut menjadikan kawasan ini memiliki manfaat yang saling berkaitan, mulai dari aspek lingkungan, sosial, hingga ekonomi masyarakat.
Jadi Media Pembelajaran Kontekstual
Bagi mahasiswa PGSD, observasi lapangan memberikan pengalaman belajar yang berbeda dibandingkan pembelajaran di dalam kelas.
Mahasiswa dapat mengamati secara langsung bentuk adaptasi tumbuhan mangrove, mengenali fungsi ekologisnya, serta memahami hubungan antara kelestarian lingkungan dan keberlangsungan hidup fauna pesisir.
Kawasan Hutan Mangrove Kota Langsa juga dinilai berpotensi menjadi media pembelajaran kontekstual bagi siswa sekolah dasar.
Melalui kunjungan lapangan, pengamatan tumbuhan, dan pengenalan habitat fauna, peserta didik dapat mempelajari ilmu pengetahuan alam berdasarkan kondisi nyata di lingkungan sekitar.
Pendekatan tersebut diharapkan mampu menghubungkan teori yang dipelajari di sekolah dengan pengalaman langsung, sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini.
Kegiatan ini dilaksanakan di bawah bimbingan dosen pengampu Arifah Prima Satrianingrum, S.Pd., M.Pd. Adapun mahasiswa yang tergabung dalam kelompok tersebut yakni Annisa Ramadhani, Erlanda Putri, Flora Aulia, Nadila Syavira, dan Joice Lumban Gaol.





Tinggalkan Balasan