Tekape.co

Jendela Informasi Kita

Ada Aturan Adat Nelayan di Aceh Timur, Keluarga Tertimpa Musibah Tak Boleh Melaut

Mahasiswa melakukan observasi dan wawancara dengan warga di Kuala Idi Rayeuk, Kabupaten Aceh Timur, untuk menggali tradisi, aturan adat, dan kearifan lokal masyarakat nelayan dalam menjaga kebersamaan serta kelestarian laut. (ist)

ACEH TIMUR, TEKAPE.co – Kehidupan nelayan di Kuala Idi Rayeuk, Kabupaten Aceh Timur, tidak hanya berkaitan dengan aktivitas mencari ikan. Masyarakat setempat juga masih mempertahankan tradisi dan aturan adat yang mengatur kehidupan sosial, aktivitas melaut, hingga hubungan dengan lingkungan laut.

Sejumlah kebiasaan tersebut terungkap dalam observasi lapangan yang dilakukan mahasiswa pada Kamis (15/10/2026) pukul 14.00 WIB.

Dalam kegiatan itu, tim mahasiswa mewawancarai Fahmi (51), warga Gampong Blang Idi Rayeuk, untuk menggali informasi mengenai tradisi yang masih dijalankan masyarakat nelayan setempat.

Salah satu kebiasaan yang dipertahankan adalah larangan melaut pada hari Jumat sebelum pelaksanaan salat Jumat. Aturan tersebut menjadi bentuk penghormatan terhadap waktu ibadah sekaligus bagian dari kebiasaan yang diwariskan secara turun-temurun.

Masyarakat nelayan Kuala Idi Rayeuk juga menggelar kenduri laut setelah Hari Raya Iduladha. Tradisi ini menjadi ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas rezeki yang diperoleh sekaligus mempererat kebersamaan antara nelayan dan masyarakat sekitar.

Keluarga Tertimpa Musibah, Nelayan Tak Melaut

Kearifan lokal masyarakat Kuala Idi Rayeuk juga terlihat dari aturan yang mengutamakan kepedulian terhadap sesama.

Nelayan tidak diperbolehkan melaut ketika keluarganya sedang mengalami musibah, seperti ada anggota keluarga yang meninggal dunia. Nelayan yang sedang sakit juga dilarang melakukan aktivitas di laut.

Kebiasaan tersebut mencerminkan bahwa kehidupan masyarakat nelayan tidak hanya berorientasi pada pekerjaan, tetapi juga menjunjung solidaritas dan kepedulian terhadap kondisi keluarga.

Dalam kesehariannya, nelayan biasanya berangkat melaut pada pagi hari dan kembali pada malam hari.

Namun, jika belum mendapatkan hasil tangkapan yang cukup, mereka bisa bertahan di laut hingga 10 hari sebelum kembali ke daratan.

Kondisi ini memperlihatkan tantangan yang dihadapi nelayan untuk memperoleh hasil tangkapan demi memenuhi kebutuhan hidup sekaligus memasok ikan bagi masyarakat.

Generasi Muda Ikut Jaga Tradisi Nelayan

Di tengah perkembangan zaman, keterlibatan generasi muda dalam kegiatan gotong royong di laut masih menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Kuala Idi Rayeuk.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini