Tekape.co

Jendela Informasi Kita

Pasca Penikaman di Pantai Seta-Seta, Kapolres Luwu Utara Sisir Poreang hingga Munte

Kapolres Luwu Utara, AKBP Ario Putranto Tuhu Mangabdi, memimpin langsung penyisiran dan pengamanan di sekitar Pantai Seta-Seta, Desa Poreang, Kecamatan Tana Lili, Senin (5/10/2026) malam hingga Selasa dini hari, pascainsiden penikaman yang menewaskan seorang warga. (ist)

MASAMBA, TEKAPE.co – Polres Luwu Utara memperketat pengamanan di sekitar Pantai Seta-Seta, Desa Poreang, Kecamatan Tana Lili, Sulawesi Selatan, pascainsiden penikaman yang menewaskan seorang warga.

Kapolres Luwu Utara AKBP Ario Putranto Tuhu Mangabdi turun langsung memimpin penyisiran di sekitar tempat kejadian perkara (TKP) pada Senin (5/10/2026) malam.

Penyisiran dilakukan bersama personel Brimob Batalyon D Pelopor serta jajaran pejabat utama (PJU) Polres Luwu Utara.

BACA JUGA: Lurah Palopo Dilaporkan Warga, Rumah Dilempari hingga 2 Anak Diduga Jadi Korban Penganiayaan

Petugas menyisir sejumlah titik yang dianggap rawan untuk memastikan situasi tetap kondusif setelah insiden berdarah yang terjadi sehari sebelumnya.

Selain melakukan penyisiran, polisi juga mengimbau warga agar tidak berkumpul di sekitar TKP.

Personel Unit Reaksi Cepat Satreskrim Polres Luwu Utara turut mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi.

BACA JUGA: Ibu Terluka Saat Lerai Cekcok di Pantai Seta-Seta, Anak Naik Pitam Tikam 2 Warga

Di antaranya bangkai kendaraan roda dua yang hangus dibakar massa saat situasi memanas pada hari kejadian.

Penyisiran bahkan berlanjut hingga Selasa (6/10/2026) dini hari.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada aktivitas warga yang berpotensi memicu konflik lanjutan setelah meninggalnya YR (27), warga Dusun Tanete, Desa Poreang.

YR merupakan salah satu korban dalam insiden penikaman yang melibatkan ER (31), warga Dusun Lengkong Tupao, Desa Munte, Kecamatan Tana Lili.

Kapolres juga menemui Camat Tana Lili dan kepala desa setempat di lokasi kejadian.

Dalam pertemuan tersebut, AKBP Ario meminta pemerintah desa ikut membantu meredam situasi dan mencegah berkembangnya isu provokatif di tengah masyarakat.

“Tolong bantu kami agar disampaikan ke warga untuk tidak terpancing dengan isu yang bernada provokasi apalagi provokasi melalui media sosial. Dan ditegaskan juga bahwa ini bukan konflik antar desa atau pemuda,” ungkap Kapolres.

Usai melakukan pemantauan di Desa Poreang, Kapolres bersama Danyon D Pelopor dan PJU Polres Luwu Utara melanjutkan penyisiran ke Desa Munte.

Di desa tersebut, petugas masih menemukan sejumlah warga berkumpul di luar rumah hingga larut malam.

Polisi kemudian membubarkan kerumunan tersebut dan meminta warga kembali ke rumah masing-masing.

Kapolres bahkan turun langsung memberikan imbauan kepada warga yang ditemuinya di kawasan pesisir Desa Munte pada Selasa dini hari.

“Lagi nonton bola atau mancing. Kalau sudah tidak ada aktivitas sudah boleh kembali ke rumah untuk istirahat ya, apalagi sudah tengah malam,” imbau AKBP Ario.

Berawal dari Persoalan Tanah Warisan

Insiden berdarah tersebut terjadi di Pantai Seta-Seta, Desa Poreang, pada Minggu (4/10/2026) sore.

Peristiwa itu dipicu perdebatan antara YR dan ER yang disebut masih memiliki hubungan kekerabatan.

Keduanya terlibat cekcok terkait persoalan tanah warisan.

Pertengkaran kemudian berujung pada penganiayaan hingga terjadi penikaman.

YR yang merupakan warga Desa Poreang meninggal dunia akibat luka yang dialaminya.

Sementara korban lainnya, AR (33), masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Polisi telah mengamankan ER di Mapolres Luwu Utara untuk menjalani proses penyelidikan lebih lanjut.

Kapolres Luwu Utara menegaskan insiden tersebut bukan konflik antardesa maupun antarpemuda.

Karena itu, masyarakat diminta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang beredar, khususnya melalui media sosial.

Polisi juga terus melakukan pengamanan dan pemantauan di sejumlah titik untuk mencegah munculnya aksi susulan.

(Accy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini