oleh

Panitia Sombori Tourisme Festival Disebut tak Becus dan Telantarkan Peserta, 4 Daerah Memilih Pulang Lebih Awal

MOROWALI, TEKAPE.co – Kecewa gara-gara kinerja panitia kurang becus dan amburadul, empat daerah di Provinsi Sulawesi Tengah, memilih mundur sebagai peserta Sombori Tourisme Festival, yang berlangsung 26 hingga 28 November 2021.

Festival ini diselenggarakan untuk HUT Morowali ke-22, yang jatuh tanggal 5 Desember 2021.

Empat daerah yang ingin pulang lebih awal yakni Kabupaten Poso, Tojo Una-una, Donggala, dan Kota Palu.

Mereka terpaksa cabut dari event berskala provinsi itu, akibat tidak puas dengan pelayanan panitia yang cenderung lalai dan terkesan menelantarkan peserta.

Mundurnya empat daerah dari Sombori Tourisme Festival seolah menjadi ‘tamparan’ bagi masyarakat Morowali.

Warga Morowali harus menanggung malu, akibat pelayanan yang buruk dari panitia.

Malik, salah-satu warga menyaksikan tak satupun dari panitia melakukan penjemputan kepada peserta, mulai dari penyeberangan Sambori di Desa Tandaoleo, peserta mengurus dirinya masing-masing mengurus diri sendiri. Bahkan, ada yang naik mobil pick-up.

Mereka menunggu panitia berjam-jam sampai ada yang kelaparan sehingga para peserta tersebut memilih pulang dan putar balik ke daerahnya masing-masing.

Sebagian dari peserta yang tetap berada di Bungku menggelar pertunjukan budaya daerahnya, sehingga sedikit menghibur warga yang menyaksikan di depan Kantor Bupati Morowali, Jumat (26/11/2021).

Peserta asal Donggala melalui Kabid Destinasi Wisata pada Dinas Pariwisata Donggala, kesal betul dengan pelayanan panitia.

“Kami berangkat menaiki bus dengan jumlah peserta 25 orang, tiba di Bungku kami sewa mobil pick-up sesampai di Desa Tandaoleo kami menunggu panitia tetapi mereka tidak pernah datang menemui kami,” tuturnya.

Untungnya, kegalauan peserta Donggala tersebut langsung cepat difasilitasi oleh Ifan Bente, salah seorang penggiat wisata yang cepat berkoordinasi protokoler Pemkab Morowali.

Peserta ini pun ditampung di Penginapan Anunta sementara kontingen dari Poso diinapkan di Losmen Amanah.

Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Morowali, Amir Aminuddin, dan Asisten I, Rizal Badudin dan Kabid Budaya Disdikbud, Nursia, dan pengurus dewan adat Bungku, Sultana Hadie, mengadakan pagelaran seni tari di halaman kantor Bupati.

Acara itu pun sukses menghibur masyarakat serta sedikit mengurangi kekecewaan peserta dari Donggala.

Sekretaris Dinas Pariwisata Poso, Desye Bungkundapu, juga menyalahkan panitia atas ketidakcakapan mereka mengatur peserta dari luar.

Untuk diketahui, pihak yang bertanggungjawab dalam festival ini di antaranya Kadisporapar Morowali, Ketua HIPMI, dan EO Mandalika selaku event organizer. (FD)