Tekape.co

Jendela Informasi Kita

Palopo Tak Lagi “Bersih”, Era Naili–Ahmad Diwarnai Tumpukan Sampah

Tumpukan sampah yang mengeluarkan bau menyengat di pinggir Jalan Toidje, Kelurahan Luminda, Kecamatan Wara Utara, Kota Palopo, Kamis (2/4/2026). (ist)

PALOPO, TEKAPE.co – Kondisi kebersihan Kota Palopo, Sulawesi Selatan, menjadi sorotan di bawah kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Naili–Ahmad Syarifuddin Daut.

Kota yang sebelumnya dikenal dengan julukan Bersih, Indah, dan Nyaman kini dinilai mengalami penurunan, ditandai dengan munculnya tumpukan sampah di sejumlah titik.

Pantauan di lapangan pada Kamis (2/4/2026) menunjukkan tumpukan sampah menggunung di pinggir Jalan Toidje, Kelurahan Luminda, Kecamatan Wara Utara.

BACA JUGA: TPP Tak Dibayar Sejak Januari, Pemkot Palopo Dinilai Abaikan Hak Nakes

Sampah yang dibiarkan menumpuk itu mengeluarkan bau busuk menyengat dan mengganggu aktivitas warga.

Kondisi tersebut memicu kekhawatiran, terutama karena lokasi tumpukan sampah berada tepat di sekitar area SMPN 7 Kota Palopo.

Risiko pencemaran lingkungan dan dampak kesehatan bagi siswa pun menjadi perhatian.

Lurah Luminda, Frengky Lazarus mengatakan, lokasi tersebut saat ini difungsikan sebagai tempat penampungan sementara (trans depo) untuk sampah dari wilayah Wara Utara sebelum diangkut ke tempat pembuangan akhir (TPA).

“Jadi sifatnya penampungan sementara, dari sampah yang berada di sekitar Wara Utara dan selanjutnya pihak Lingkungan Hidup mengangkut sampah tersebut ke TPA,” ujar Frengky.

Namun, penjelasan tersebut belum meredam kritik. Ketua LSM Aspirasi, Nasrum Naba, menilai keberadaan tumpukan sampah di pusat kota, terlebih di samping sekolah, menunjukkan lemahnya penanganan kebersihan.

“Tumpukan sampah yang berada tepat di samping SMN 7 Palopo, yang notabene berada di jantung Kota Palopo, sangat berpotensi berdampak buruk terhadap kesehatan para siswa. Kondisi ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut,” tegas Nasrum.

Ia mendesak Dinas Lingkungan Hidup segera mengambil langkah konkret, sekaligus mengingatkan potensi citra buruk bagi kepemimpinan daerah jika persoalan ini terus dibiarkan.

“Kami mendesak Dinas Lingkungan Hidup untuk segera mengambil langkah-langkah preventif guna menghindari dampak yang lebih luas, sekaligus mencegah preseden buruk terhadap kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Palopo,” lanjutnya.

Situasi ini menempatkan kepemimpinan Naili–Ahmad Syarifuddin dalam sorotan publik, terutama terkait komitmen menjaga kebersihan kota yang selama ini menjadi identitas Palopo.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini