Tekape.co

Jendela Informasi Kita

Mahasiswa KKN UKI Paulus Edukasi Siswa SD di Rantebua, Tanamkan Karakter dan Cegah Perundungan

Foto bersama mahasiswa KKN UKI Paulus saat diterima langsung oleh Pemerintah Daerah Toraja Utara di kantor bupati di Panga. (ist)

TORAJA UTARA, TEKAPE.co – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Angkatan XV Universitas Kristen Indonesia (UKI) Paulus melaksanakan program edukasi penguatan karakter bagi siswa sekolah dasar di Lembang Pitung Penanian, Kecamatan Rantebua, Kabupaten Toraja Utara, Rabu (22/7/2026).

Program yang menjadi bagian dari pengabdian masyarakat selama 45 hari itu difokuskan pada pembentukan karakter anak sejak dini, khususnya dalam upaya mencegah perundungan (bullying) di lingkungan sekolah.

Koordinator Lembang (Korlem) KKN UKI Paulus di Lembang Pitung Penanian, Restu Palullungan, mengatakan edukasi karakter menjadi salah satu program prioritas karena dinilai penting untuk membentuk perilaku positif siswa sejak usia dini.

“Kami menerapkan edukasi berbasis karakter agar anak-anak tidak saling membully. Hal ini sangat penting sebagai bekal mereka dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Restu.

Menurutnya, pendidikan karakter tidak hanya mengajarkan sikap saling menghargai, tetapi juga mempersiapkan anak menghadapi tantangan di era digital yang semakin kompleks.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN berharap para siswa dapat memahami pentingnya membangun hubungan yang sehat dengan teman sebaya serta menjauhi segala bentuk tindakan perundungan.

“Harapan kami, setelah mendapatkan edukasi ini, para pelajar bisa saling menghormati, saling mendukung, dan tidak melakukan bullying terhadap sesama teman,” tambahnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SDN 9 Rantebua, Sepril, S.Pak., memberikan apresiasi atas kepedulian mahasiswa KKN UKI Paulus yang memilih menghadirkan edukasi karakter kepada peserta didik.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan adik-adik mahasiswa. Edukasi seperti ini sangat penting untuk membentuk karakter anak-anak sejak dini,” katanya.

Program tersebut diharapkan mampu menumbuhkan budaya saling menghargai di lingkungan sekolah sekaligus menjadi bekal bagi siswa dalam menghadapi perkembangan sosial di masa depan.

(Erlin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini