oleh

KPM IAIN Palopo Bantah Tudingan Tidak Netral Selama Proses PEMILMA

PALOPO, TEKAPE.co – Ketua Komisi Pemilihan Mahasiswa (KPM) IAIN Palopo, membantah tudingan dan isu liar yang berkembang selama proses PEMILMA, di Kampus IAIN Palopo.

Ketua KPM, Afdal Passambo menjelaskan, pihaknya telah melakukan proses pemilihan sesuai ketentuan dan aturan yang telah disepakati bersama.

“Sejauh ini kami telah menjalankan proses PEMILMA sesuai dengan aturan yang disepakati oleh pihak KPM bersama masing-masing perwakilan Tim Pasangan Calon (Paslon),” jelas Afdal, Rabu 18 Januari 2022.

Dirinya juga mengecam adanya tindakan tidak bertanggung jawab dari beberapa oknum yang berusaha memprovokasi keadaan menjadi memanas untuk kepentingan Paslon tertentu.

“Kericuhan yang terjadi bersumber dari oknum yang tidak bertanggung jawab, yang banyak diantaranya bukan peserta Pemilih dan bukan Mahasiswa IAIN Palopo. Kami dari pihak KPM mengecam tindakan tida bertanggung jawab yang berujung anarkisme di Kampus IAIN Palopo,” tambahnya.

Aksi penyerangan dan pemukulan oleh sejumlah oknum mahasiswa pada pihak Komisi Pemilihan Mahasiswa (KPM IAIN Palopo) telah di proses lebih lanjut oleh pihak Kapolres Kota Palopo.

Afdal juga menghimbau kepada masyarakat dan Mahasiswa IAIN Palopo untuk tidak mudah terprovokasi dan baiknya melakukan verifikasi lanjut kepada pihak KPM.

Dalam kesempatan yang sama, Komisioner 1 KPM IAIN, Khairul Anwar menambahkan, isu jumlah DPT yang tidak sesuai, merupakan isu yang bohong dan tidak sesuai dengan fakta.

Khairul Anwar menjelaskan, jumlah Daftar pemilih tetap di hari pertama yakni 808, di hari kedua yakni 610, dihari ketiga 231, keempat sebanyak 120, dan dihari kelima sebanyak 1.332, sehingga total keseluruhan DPT sebanyak 3.101.

Komisi Pemilihan Mahasiswa IAIN Palopo, lanjut Khairul sudah menyalurkan setiap harinya jumlah DPT dalam grup WhatsApp bersama ketua tim dengan pengurus KPM baik dari seluruh tahapan pemilihan informasi selalu di share untuk eksekusi melalui di sosialisasikan.

“Mahasiswa terpelajar yang bernalar intelektual, cerdas harusnya menelaah informasi yang valid, berasal dari sumber asli yaitu langsung dari sumbernya tanpa ada asumsi sepihak yang tak berdasar dengan aturan dan data yang valid,” ungkap Khairul. (*)

Komentar

Berita Terkait