oleh

Ketua DPRD Sulsel Enggan Bertemu Massa Aksi, Demo IPMIL Sempat Tegang

MAKASSAR, TEKAPE.co – Ikatan Pelajar Mahasiswa Indonesia Luwu (IPMIL) menggelar aksi di depan gedung DPRD Sulsel, Senin 18 April 2022.

Mengatasnamakan aliansi Wija To’Luwu, aksi tersebut menindaki beragam polemik yang terjadi hari ini.

Tidak hanya menyuarakan isu Nasional, delapan lembaga IPMIL Raya ini juga, menyuarakan isu-isu daerah.

Terdapat 7 Tuntutan Nasional dan 7 tuntutan kedaerahan yang di suarakan Oleh Aliansi Wija’ To Luwu ini.

Koordinator Humas Aliansi, Deni Arifin mengatakan, aksinya sempat mendapat penolakan dari salah satu anggota DPRD Sulsel.

Karena, massa aliansi ingin bertemu dengan ketua DPRD Provinsi Sulsel.

“Sempat terjadi penolakan terhadap salah satu perwakilan anggota DPRD Sulsel yang menemui kami, karena kami mengharapkan ketua DPRD provinsi Sulsel yang mau menemui kami,” ujar Deni.

Deni menambahkan, sempat terjadi ketegangan antara massa aksi dan anggota DPRD, karena salah satu anggota DPRD menyampaikan, bahwasanya pimpinan DPRD enggan bertemu massa aksi.

“Dialog yang berlangsung selama hampir 1 jam itu cukup mencekam, karena aliansi menuntut untuk tetap menghadirkan Ketua DPRD Provinsi Sulsel, namun ada beberapa alasan yang saya pikir tidak patut di perdengarkan kepada kami, yaitu bapak Wakil Ketua 1 DPRD Sulsel mengatakan, Ibu Ketua DPRD Sulsel enggan menemui kami dengan alasan sibuk,” tambahnya.

Ketegangan juga terjadi, saat salah satu staf DPRD Sulsel mengatakan telah menerima aspirasi dari massa aksi.

Massa aksi pun menilai, pernyataan staf DPRD tersebut, hanyalah bualan. Karena banyaknya aspirasi yang tidak ditindaklanjuti.

“Kami tidak begitu saja menerima karena mengingat aksi pada tanggal 11 April kemarin kasusnya seperti ini, kami menyampaikan aspirasi dibawa kedalam ruangan aspirasi dan setelah itu tidak ada tindakan selanjutnya. Jika tuntutan yang kami bawa ini tidak di indahkan maka kami akan melakukan aksi berjilbab jilid. tutup Jendral Lapangan, Yandi. (rilis)

Komentar

Berita Terkait