Kemarau Makin Ganas di Bulukumba, 7 Kecamatan Masuk Status Waspada-Siaga, 255 Ribu Warga Terancam
BULUKUMBA, TEKAPE.co – Kekeringan mulai menjadi perhatian serius di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bulukumba mencatat tujuh kecamatan kini masuk kategori waspada hingga siaga akibat dampak kemarau.
Data per Selasa (1/9/2026), enam kecamatan ditetapkan berstatus waspada, sedangkan satu kecamatan lainnya sudah naik ke status siaga.
BACA JUGA: Dengar Keluhan Warga Krisis Air, Kapolres Palopo Janji Bangun Sumur Bor di Temmalebba
Enam wilayah yang berstatus waspada yakni Kecamatan Herlang, Kajang, Ujung Loe, Ujung Bulu, Bontotiro dan Rilau Ale.
Sementara Kecamatan Bontobahari menjadi satu-satunya wilayah yang telah berstatus siaga.
Ketujuh kecamatan tersebut memiliki jumlah penduduk sekitar 255.781 jiwa.
BACA JUGA: Kemarau Berkepanjangan di Palopo, Kodim 1403 Gelar Salat Istisqa untuk Mohon Turunnya Hujan
Kepala BPBD Bulukumba, Andi Hasbullah, mengatakan kondisi tersebut membuat tujuh kecamatan mendapat perhatian khusus menyusul potensi dampak kemarau yang masih berlangsung.
“Ada enam kecamatan yang berstatus waspada dan satu berstatus siaga dari dampak kemarau tahun ini,” kata Andi Hasbullah.
Sementara itu, tiga kecamatan lainnya masih berada dalam kondisi relatif aman dari dampak kekeringan.
Ketiga wilayah tersebut yakni Kecamatan Bulukumpa, Gantarang dan Kindang.
BPBD menyebut sebagian wilayah yang telah masuk kategori waspada dan siaga berada di kawasan pesisir.
Karakteristik wilayah tersebut membuat persoalan ketersediaan air bersih berpotensi semakin terasa, khususnya pada daerah yang memiliki sumber air terbatas.
13 Kebakaran Terjadi Selama Agustus
Dampak kemarau tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan air.
Kondisi cuaca kering juga mulai berkaitan dengan meningkatnya potensi kebakaran di sejumlah wilayah Bulukumba.
Dinas Pemadam Kebakaran Bulukumba mencatat 13 kejadian kebakaran sepanjang Agustus 2026.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran, Muh Idham, mengatakan lokasi yang terdampak kebakaran cukup beragam.
Mulai dari pasar, kios, rumah, toko, tumpukan sampah hingga lahan menjadi objek yang terbakar.
“Khusus pada bulan Agustus terdapat 13 titik kebakaran,” kata Muh Idham.
Melihat kondisi tersebut, BPBD meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau.
Warga yang berada di wilayah terdampak kekeringan diimbau menjaga sumber air yang masih tersedia dan menggunakannya secara bijak.





Tinggalkan Balasan