Tekape.co

Jendela Informasi Kita

Janda Lima Anak Laporkan Motor Hilang, Polres Taput Telusuri Terduga Pelaku

Terduga pelaku terekam CCTV saat membawa sepeda motor milik korban, Jumat (07/08/2026), (Dok: Abednego Manalu)

TAPUT, TEKAPE.co – Bagi sebagian orang, kehilangan sepeda motor mungkin hanya berarti kehilangan sebuah kendaraan. Namun bagi Donna Sianturi, kehilangan sepeda motor berarti hilangnya salah satu penopang hidup untuk bekerja dan menghidupi lima anaknya.

Donna, seorang ibu yang menjadi tulang punggung keluarganya, melaporkan kehilangan sepeda motor Honda Beat miliknya ke Polres Tapanuli Utara pada 7 Agustus 2026. Hingga Rabu (2/9/2026), ia masih menunggu perkembangan penanganan laporan tersebut.

Perkara itu tercatat dalam laporan polisi nomor LP/B/203/VIII/2026/SPKT/POLRES TAPANULI UTARA/POLDA SUMUT dan dengan nomor surat tanda penerimaan laporan STTLP/186/VIII/2026/SPKT/POLRES TAPANULI UTARA/POLDA SUMUT.

BACA JUGA: 7 Bulan Jembatan Pajalesang Telan Korban, Pemkot Palopo Tak Kunjung Bergerak, Anak SD Masih Bertaruh Nyawa

Kehilangan tersebut terjadi pada Jumat, 7 Agustus 2026 sekitar pukul 08.30 WIB di Jalan Hutagalung Siwalompu, Tarutung.

Sepeda motor yang dilaporkan hilang merupakan Honda Beat dengan nomor polisi BB 3798 BN. Nomor rangka kendaraan tersebut MH1JM9136PK126152, sedangkan nomor mesinnya JM91E3122572.

Bagi Donna, sepeda motor tersebut bukan sekadar barang berharga, kendaraan itu menjadi sarana penting untuk menunjang pekerjaannya setelah dirinya diterima bekerja di RSUD Tarutung. Dengan lima anak yang harus dinafkahi, keberadaan kendaraan sangat berarti untuk menunjang mobilitas sekaligus mempertahankan penghasilan keluarga.

BACA JUGA: Status WA Berujung Laporan Polisi, Istri Plt Sekda Gowa Diperiksa Polisi

Karena itu, kehilangan tersebut tidak hanya menimbulkan kerugian materi, tetapi juga menambah beban kehidupan Donna dan kelima anaknya.

Dalam kondisi tersebut, Donna berharap laporan yang telah disampaikannya kepada kepolisian dapat segera memperoleh kepastian mengenai perkembangan penanganannya.

Pihak manajemen RSUD Tarutung juga disebut telah menyampaikan harapan agar persoalan tersebut mendapat perhatian dan ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum, tanpa membedakan latar belakang maupun status sosial korban.

Sementara itu, Kapolres Tapanuli Utara AKBP Ferry Mulyana Sunarya, S.I.K., M.H., saat dikonfirmasi rekan media terkait perkara tersebut pada Selasa (1/9/2026), menyampaikan bahwa pihak kepolisian telah mengidentifikasi terduga pelaku.

Namun, upaya pencarian terhadap terduga pelaku masih terus ditelusuri.

“Terduga pelaku sudah teridentifikasi. Namun saat dicek ke kediaman dan tempat nongkrongnya masih nihil. Nomor handphone terduga pelaku juga nonaktif,” demikian pesan yang diteruskan Kapolres terkait perkembangan penanganan perkara tersebut.

Meski demikian, Polres Tapanuli Utara menyatakan masih terus memaksimalkan upaya penelusuran terhadap terduga pelaku.

Hal tersebut menunjukkan bahwa laporan korban masih dalam penanganan dan pihak kepolisian masih melakukan langkah-langkah untuk menemukan keberadaan terduga pelaku.

Korban berharap kepolisian dapat memberikan informasi perkembangan perkara secara berkala kepada pelapor sehingga korban mengetahui sejauh mana proses penanganan laporan yang telah dibuatnya.

Bagi Donna, motor yang hilang bukan hanya benda yang memiliki nilai ekonomi. Kendaraan itu merupakan bagian dari perjuangannya untuk berangkat bekerja, memperoleh penghasilan, dan memastikan kelima anaknya tetap dapat menjalani kehidupan.

Kini, ia hanya berharap kendaraan tersebut dapat ditemukan dan proses hukum terhadap perkara yang dilaporkannya memberikan kepastian.

(Abednego Manalu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini