Gas SO2 Gunung Anak Krakatau Disebut Menyebar hingga Jateng, BMKG dan PVMBG Beri Penjelasan
Namun, ia menegaskan bahwa citra satelit saja belum cukup untuk menyimpulkan bahwa gas SO2 tersebut telah mencapai permukaan dan membahayakan masyarakat.
“Erupsi gunung anak Krakatau memang mengemisikan SO₂ dan emisinya terdeteksi oleh satelit. Namun, klaim bahwa gas SO₂ dari Anak Krakatau telah mencapai permukaan dan membahayakan masyarakat belum dapat dibenarkan berdasarkan citra tersebut saja. Diperlukan pengukuran kualitas udara di permukaan untuk memastikannya,” kata Rita.
Menurutnya, pengukuran kualitas udara di permukaan tetap diperlukan untuk memastikan kondisi sebenarnya.
Rita pun meminta masyarakat tidak panik dan tetap mengikuti perkembangan informasi dari sumber resmi.
“Masyarakat tidak perlu panik. Apabila tidak ada keluhan pernapasan, masyarakat dapat beraktivitas seperti biasa sambil mengikuti informasi resmi dari Badan Geologi, KLH/BPLH, dan pemerintah daerah,” tutur Rita.


<


Tinggalkan Balasan