Tekape.co

Jendela Informasi Kita

Gas SO2 Gunung Anak Krakatau Disebut Menyebar hingga Jateng, BMKG dan PVMBG Beri Penjelasan

Gunung Anak Krakatau (ist)

JAKARTA, TEKAPE.co – Isu penyebaran gas sulfur dioksida (SO2) dari aktivitas Gunung Anak Krakatau hingga Jawa Tengah viral di media sosial.

Informasi tersebut memicu kekhawatiran masyarakat, terutama terkait dugaan bahaya gas vulkanik yang disebut telah menyebar hingga ratusan kilometer dari Gunung Anak Krakatau.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kemudian memberikan penjelasan terkait informasi tersebut.

BACA JUGA: Bandara Soetta Masih Lumpuh! Abu Erupsi Gunung Anak Krakatau Bikin Penerbangan Dibatalkan

BMKG membenarkan bahwa sebaran SO2 dari aktivitas Gunung Anak Krakatau terdeteksi meluas melalui citra satelit.

Namun, BMKG menegaskan luasnya sebaran gas yang terlihat pada peta atmosfer tidak serta-merta menunjukkan tingkat bahaya yang dirasakan masyarakat di permukaan tanah.

“Sebaran gas SO2 memang benar dan meluas, itu fakta dari citra satelit. Tapi luasnya sebaran di peta atmosfer tidak sama dengan tingkat bahaya yang benar-benar dirasakan warga di permukaan tanah,” kata BMKG melalui akun resmi @infoBMKG, Senin (7/9/2026).

BACA JUGA: MK Batalkan Pasal Penghinaan Pemerintah dan Lembaga Negara dalam KUHP

BMKG juga mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan warna merah pada peta satelit sebagai patokan untuk menentukan apakah udara yang dihirup berbahaya atau tidak.

Menurut BMKG, indikator yang lebih tepat adalah angka kualitas udara resmi yang dikeluarkan pemerintah.

“Untuk tahu apakah udara yang kita hirup hari ini benar-benar berbahaya atau tidak, patokan yang tepat adalah angka kualitas udara resmi dari pemerintah, bukan warna merah pada peta satelit kolom atmosfer,” jelas BMKG.

SO2 Berubah Menjadi Aerosol

BMKG menjelaskan, gas SO2 yang terbawa hingga ratusan kilometer mengalami perubahan selama berada di atmosfer.

Setelah menempuh jarak jauh dan berada selama berjam-jam di udara, sebagian gas tersebut bereaksi dengan oksigen dan uap air.

Proses tersebut membuat SO2 berubah menjadi partikel halus yang dikenal sebagai aerosol sulfat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini