Tekape.co

Jendela Informasi Kita

Ekonomi Luwu Timur Tak Lagi Bertumpu pada Tambang, Sektor Non-Tambang Tunjukkan Kinerja Mengesankan

Afrianto Nurdin. (ist)

MALILI, TEKAPE.co Perekonomian Kabupaten Luwu Timur mulai memperlihatkan perubahan struktur yang cukup signifikan.

Jika selama ini daerah tersebut dikenal sebagai kawasan yang bergantung pada sektor pertambangan, kini sejumlah sektor non-tambang justru tampil sebagai motor pertumbuhan baru.

Pengamat ekonomi, Afrianto Nurdin, M.Si, menilai perkembangan tersebut menjadi indikator positif bagi masa depan ekonomi daerah.

Menurutnya, pertumbuhan yang mencapai dua digit pada sejumlah sektor di luar pertambangan menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi masyarakat semakin beragam dan tidak lagi bergantung pada satu sektor utama.

“Pertumbuhan sektor non-tambang yang mampu mencapai dua digit merupakan sinyal bahwa ekonomi Luwu Timur semakin kuat dan lebih berimbang. Ini menunjukkan ketergantungan terhadap sektor tambang mulai berkurang,” kata Afrianto.

Dia menjelaskan, diversifikasi ekonomi merupakan langkah penting untuk menciptakan ketahanan ekonomi daerah.

Ketika harga komoditas tambang mengalami penurunan atau terjadi gejolak pasar global, daerah tetap memiliki sumber pertumbuhan lain yang mampu menopang aktivitas ekonomi masyarakat.

Afrianto melihat sektor-sektor seperti pertanian, perdagangan, jasa, UMKM, hingga pariwisata mulai memberikan kontribusi yang semakin besar terhadap pergerakan ekonomi Luwu Timur.

Kondisi tersebut juga mencerminkan meningkatnya produktivitas dan daya beli masyarakat.

Menurut kandidat Doktor Ilmu Ekonomi tersebut, tren positif ini perlu dijaga melalui kebijakan yang mendukung investasi di sektor non-tambang.

Pemerintah daerah dinilai perlu terus mendorong kemudahan perizinan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penguatan pelaku usaha lokal.

“Semakin banyak sektor yang tumbuh kuat, maka ekonomi daerah akan semakin sehat. Ini menjadi modal penting agar Luwu Timur tetap mampu berkembang meski sektor tambang mengalami perlambatan,” ujarnya.

Ia optimistis, apabila pertumbuhan sektor-sektor produktif di luar pertambangan terus berlanjut, maka Luwu Timur akan memiliki struktur ekonomi yang lebih tangguh, inklusif, dan berkelanjutan di masa mendatang. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini