oleh

DPRD Morut RDP Dengan PT GNI, Warda: Kami Dukung Investasi Sepanjang Itu Sesuai Aturan

MORUT, TEKAPE.co – Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kabupaten Morowali Utara (Morut) menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Manajemen PT Gunbuster Nickel Industry (GNI).

RDP itu dilakukan dalam menyikapi terjadinya kerusuhan di industri pabrik nikel terbesar di Sulteng tersebut, 14 Januari 2023.

RDP tersebut, dipimpin langsung Ketua DPRD Morut, Hj Megawaty Ambo Asa SIP MH, di ruang sidang utama DPRD Morut, Jumat 20 Januari 2023.

Hadir dalam kegiatan itu, Wakil Ketua II DPRD Morut, Moh Safri, Sekda Morut, Ir Musda Guntur MM, Dandim 1311 Morowali/Morut, Letkol Inf Constantinus Rusmanto, Kapolres Morut, AKBP Iman Wijayanto SIK MH, Ketua Fraksi Golkar Morut, Hj Warda Dg Mamala, sejumlah Anggota DPRD Morut, pejabat Eselon III dari Dinas terkait, serta HRD PT GNI, Muknis Assegaf.

RDP ini sedianya dijadwalkan mulai tepat pukul 09.00 wita pagi, namun karena menunggu kehadiran perwakilan dari PT GNI, sehingga pelaksanaannya ditunda pada pukul 14.00 wita siang.

Pada saat RDP tersebut dimulai, sempat terjadi beberapa kali interupsi dari sejumlah anggota DPRD yang ada, dimana menginginkan kehadiran langsung Bupati Morut, Dr dr Delis Julkarson Hehi MARS, dan tidak boleh diwakilkan kepada Sekda Morut, Musda Guntur, karena dianggap pentingnya RDP tersebut.

Namun setelah diambil beberapa kebijakan dan pertimbangan, pelaksanaan RDP tersebut tetap dilanjutkan hingga selesai.

Dalam RDP tersebut, sejumlah anggota DPRD yang hadir, memberikan masukan terhadap beberapa kebijakan yang dilakukan PT GNI, seperti persoalan K3, sistem pengupahan karyawan, dan sulitnya akses masuk ke PT GNI yang dianggap masih sangat tertutup.

“Kami berharap, manajemen PT GNI bisa lebih terbuka, serta dapat mengakomodir hak – hak para karyawan sesuai dengan prosedur aturan yang berlaku,” tandas Ketua DPD II Partai Golkar Morut, Warda Dg Mamala.

Pada kesempatan itu, Warda Dg Mamala, juga mengapresiasi atas dedikasi dari aparat Kepolisian/ TNI yang sudah bisa menjaga situasi Kambtimas di Bumi Tepo Asa Aroa tercinta ini bisa kembali kondusif, pasca terjadinya bentrok di PT GNI sebelumnya.

“Harapan kami, dengan dilakukannya RDP ini, keberpihakan PT GNI terhadap penuntasan hak-hak para karyawan, khususnya TKI yang ada, bisa terakomodir dengan baik, sesuai dengan pemberlakuan UU Ketenagakerjaan RI yang ada. Kami sangat mendukung investasi masuk di Morut, sepanjang itu berjalan sesuai dengan aturan yang digariskan,” ujar Politisi Partai Golkar Morut.

Menanggapi pernyataan itu, HRD PT GNI, Muknis Assegaf, menjelaskan, kerusuhan yang terjadi di PT GNI sebelumnya, merupakan luka yang mendalam bagi mereka, karena pihak perusahaan sendiri juga tidak menginginkan peristiwa itu terjadi.

Ia menjelaskan, pihak perusahaan sendiri sebenarnya sempat terguncang atas peristiwa yang terjadi, namun karena melihat antusias dari masyarakat yang cukup besar untuk memberikan dukungan bagi pihak perusahaan, termasuk suport jaminan keamanan dari TNI / Polri, manajemen GNI bisa bangkit kembali untuk melakukan investasi dengan tujuan utama, bisa menyejahterakan masyarakat.

“Berkaitan dengan beberapa tuntutan para karyawan sebelumnya, termasuk masalah K3, pihak perusahaan telah mengakomodirnya dengan baik. Manajemen juga terus berbenah, kami tetap akan berupaya semaksimal mungkin untuk bisa memberikan pelayanan yang terbaik, sesuai dengan mekanisme aturan yang ditetapkan,” jelas Muknis.

Muknis, kembali menjelaskan, pihak perusahaan juga saat ini terus membuka akses dan ruang bagi stakehoulder maupun para pejabat yang hendak masuk ke PT GNI.

“Menajemen terus berbenah, kami juga membuka diri dengan baik. Kalau ada bapak/ ibu dewan yang hendak masuk ke PT GNI, tolong diinfokan ke kami sebelumnya, kami sangat welcome,” ujar Muknis.

Hingga berita ini tayang, situasi RDP berjalan aman dan lancar, dengan melahirkan beberapa rekomendasi yang nantinya akan digunakan sebagai acuan dasar dalam melakukan kebijakan di lapangan. (NAL)

Komentar

Berita Terkait