oleh

DPN Gerbang Tani Nilai Anggaran Prakerja Tidak Tepat

JAKARTA, TEKAPE.co – Ketua Umum Dewan Pengurus Nasional Gerbang Tani Indonesia, Idham Arsyad nilai anggaran triliunan yang digunakan untuk menyediakan pelatihan Prakerja melalui media daring, tak tepat sasaran di tengah pandemi covid-19.

Menurutnya, pemerintah saat ini harus fokus pada penanganan covid-19, recovery plan untuk mengantisipasi resesi ekonomi yang kemungkinannya bisa terjadi.

“Yang dibutuhkan rakyat adalah kepastian makanan dan uang tunai untuk menjaga daya beli. Apalagi barbarengan dengan Ramadhan dan Lebaran,” kata Idham Arsyad, Selasa 21 April 2020.

Idham Arsyad juga mengatakan pemerintah harusnya fokus menjamin kebutuhan pangan dan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi dengan harga terjangkau.

Dengan demikian, Idham mengusulkan angaran untuk program pelatihan prakerja yang kerjasama dengan beberapa startup itu lebih baik dialihkan untuk ketahanan pangan masyarakat.

“Jauh lebih bermanfaat jika anggaran negara tersebut digunakan untuk membantu petani dan nelayan untuk mengoptimalkan lahan-lahan terlantar untuk produksi pangan atau digunakan para korban PHK dalam pengembangan urban farming” usulnya.

“Sehingga ini betul-betul membantu masyarakat terutama para pekerja yang saat ini kehilangan pekerjaan akibat Pandemi Covid-19 serta berdampak positif bagi penguatan pangan kita,” tambahnya

Idham Arsyad menegaskan bahwa Gerbang Tani menolak keras program pelatihan melalui kartu prakerja di tengah Pandemi Virus Covid-19.

“Gerbang Tani secara tegas, menolak program pelatihan prakerja yang diperuntukkan untuk pelatihan berbasis online karena tidak sesuai dengan kondisi saat ini,” tegasnya. (rilis)

Komentar

Berita Terkait