oleh

Diduga Sarat KKN, Demonstran Sebut Banyak Keluarga Direksi PAM TM Palopo Jadi Karyawan Tanpa Prosedural

PALOPO, TEKAPE.co – Puluhan pengunjukrasa yang mengatasnamakan sebagai Aliansi Mahasiswa Peduli Konsumen (AMPUN) kembali menyoroti kinerja dan kebijakan Direksi Perusahaan Air Minum Tirta Mangkaluku (PAM-TM) Palopo.

Mereka melakukan aksi unjuk rasa untuk kali ketiga, di depan Kantor Wali Kota Palopo, Jl Andi Djemma, Kota Palopo, Sulsel, Selasa 24 Oktober 2023.

Jenlap AMPUN, Reski Halim menyebut selain kinerja direksi yang amburadul, juga diketahui banyaknya pelanggaran yang sarat dengan praktek KKN, utamanya unsur nepotisme dalam mengelola Perumda Palopo tersebut.

“Dari data yang kami dapat, banyak keluarga direksi yang diterima menjadi karyawan tanpa melewati prosedur, seperti anak, menantu, ipar, dan ponakan direksi. Ini jelas adalah praktek nepotisme,” tandasnya.

Reski mengatakan, keluarga direksi ini diterima tanpa pernah dilakukan rekrutmen secara terbuka.

Ia mengatakan, kebijakan direksi ini telah menyalahi ketentuan sebagaimana diatur dalam PERDA Kota Palopo No 7 Tahun 2019 Tentang Perusahaan Air Minum Daerah pada pasal 29 ayat (1) huruf d, yang berbunyi: Dalam melaksanakan tugas pengelolaan PAM, Direksi dilarang mempunyai kepentingan pribadi secara langsung atau tidak langsung yang dapat menimbulkan benturan kepentingan pada PAM.

“Adapun nama-nama karyawan yang merupakan kerabat direksi, akan kami serahkan kepada Pj Walikota Palopo, sebagai KPM, termasuk bukti elektronik (video karyawan PDAM sedang memasang APK istri Dirut),” bebernya.

Reski menyebut, PAM TM sejak pergantian direksi, kinerja dan pelayanannya menurun. Nyaris tidak ada inovasi yang dilakukan oleh direksi yang baru.

“Sebagai Perumda, dituntut untuk bekerja secara maksimal memberikan pelayanan terbaik terhadap pelanggan, bukan malah melayani keluarganya, seperti memasukkan anak, menantu dan ponakannya sebagai karyawan,” tandasnya.

Selain itu, kata dia, pemanfaatan karyawan dilibatkan dalam politik praktis, jelas menyalahi ketentuan. Bukan tugas karyawan memasang Alat Peraga Kampanye (APK).

“Sebagaimana yang kita ketahui Direktur Utama PAM-TM priode lalu juga maju sebagai caleg Nasdem dan tidak lolos. Pada periode kali ini, istrinya yang maju sebagai Caleg DPRD Kota Palopo dapil 4 dari Partai yang sama, Nasdem,” beber Reski.

“Hal ini sepatutnya tidak dilakukan. Karyawan yang dimanfaatkan harus berani menolak. Sebab itu bukan pekerjaan mereka. Kami bersedia menerima atau menampung aspirasi karyawan yang dirugikan oleh Direksi,” ujarnya.

Olehnya itu, pihaknya sangat berharap Pj Walikota selaku KPM, segera mengambil sikap untuk memberhentikan Direksi PAM-TM bersama keluarganya yang direkrut tanpa melewati prosedur.

“Kami akan selalu mendukung setiap langkah Pj Walikota demi perbaikan dan kemajuan daerah,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Utama PAM TM Palopo, Tawakkal, yang dikonfirmasi via Whatsapp, Selasa malam, enggan merespon. (rindu)

Komentar