oleh

Bantu Petani Sawit, PKS Jas Mulia Tetap Operasi Walau Harga CPO Dunia Turun

MASAMBA, TEKAPE.co – Sesuai laporan dari Gabungan pengusaha kelapa sawit Indonesia (Gapki) diketahui bahwa harga jual cpo dunia belakangan ini mengalami penurunan drastis.

Rendahnya harga tersebut, sang emas hitam membuat produksi biodiesel menjadi kurang ekonomis. Hal ini lantas menjadi sentimen berkurangnya permintaan cpo sebagai bahan baku biodiesel.

Sebagai informasi harga minyak brent dan light sweet melemah masing-masing sebesar 1,83% dan 1,03% di akhir pekan lalu.

Amblasnya harga cpo itu, dipicu oleh ekspektasi peningkatan produksi minyak mentah dari dua produsen utama dunia yakni Rusia dan Arab Saudi. Peningkatan ini diproyeksikan akan mengkonpensasi disrupsi pasokan minyak.

Sementara disisi lain, tekanan bagi harga cpo datang dari pelemahan harga sang rival minyak kedelai yang mana harga cpo memang banyak dipengaruhi oleh pergerakan harga minyak nabati.

Sentimen negatif yang diikuti dengan terus melemahnya harga cpo dipasar dunia jelas berimplikasi pada industri sawit dalam negeri.

Dari informasi yang ada bahwa di beberapa daerah, PKS malah tidak beroperasi karena menghindari kerugian dari dampak negatif menurunnya harga cpo.

Di kalangan petani sendiri dampak yang paling dirasakan adalah penurunan harga TBS (khusus wilayah sul-sel harga Rp. 900/kg).

Beda halnya dengan PKS yang yang di Kabupaten Luwu Utara memilih tidak beroperasi untuk menghindari kerugian.

General Manager (GM) PT Jas Mulia Darmansyah Pasande, memgatakan, sebagai satu-satunya PKS di Luwu Utara terus melanjutkan operasi meskipun potensi rugi lebih besar daripada keuntungan.

Hal itu dilakukan, menurutnya sebagai wujud keberpihakan perusahaan dalam membantu masyarakat petani sawit dlm menyalurkan buahnya meski perputaran ekonominya sangat kritis.

“Kita hanya bisa berharap dan berdoa semoga kebijakan ekonomi di pasar dunia terkait minyak sawit segera membaik sehingga roda perputaran ekonomi industri dlm negeri juga bisa membaik yg pada tentunya akan berdampak baik sampai di tataran petani kita,” harapnya. (*)