Bangun Masa Depan Warga Binaan, Lapas Palopo Perkuat Sinergi dengan Dinas P3A dan KB
PALOPO, TEKAPE.co – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Palopo menjalin kerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Palopo, Selasa (20/10/2026).
Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tersebut berlangsung sekitar pukul 09.45 WITA. Kolaborasi ini bertujuan memperkuat program pembinaan serta meningkatkan kualitas pelayanan bagi warga binaan pemasyarakatan.
Kerja sama lintas instansi tersebut difokuskan pada pengembangan program pemberdayaan, perlindungan perempuan dan anak, serta edukasi keluarga berencana dan penguatan ketahanan keluarga.
Kepala Lapas Kelas IIA Palopo, Jose Quelo mengatakan, sinergi dengan pemerintah daerah menjadi salah satu langkah penting untuk mendukung pembinaan warga binaan secara menyeluruh.
Menurutnya, pembinaan di dalam lapas tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan masa pidana, tetapi juga harus mempersiapkan warga binaan agar mampu kembali dan beradaptasi dengan masyarakat.
“Melalui kerja sama ini, kami ingin memperkuat pembinaan warga binaan melalui program pemberdayaan, perlindungan perempuan dan anak, serta penguatan ketahanan keluarga. Harapannya, mereka memiliki bekal yang cukup untuk menjalani kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke masyarakat,” ujar Jose Quelo.
Ia menjelaskan, aspek sosial dan keluarga memiliki peran penting dalam mendukung proses reintegrasi sosial warga binaan.
Karena itu, kolaborasi dengan instansi terkait diharapkan mampu menghadirkan program pembinaan yang sesuai dengan tugas dan kewenangan masing-masing pihak.
Selain mendukung kesiapan warga binaan kembali ke lingkungan sosial, kerja sama tersebut juga diharapkan meningkatkan kesadaran tentang pentingnya perlindungan anak, keharmonisan keluarga, dan tanggung jawab sosial.
Lapas Kelas IIA Palopo berkomitmen terus memperluas koordinasi dengan pemerintah daerah serta pemangku kepentingan lainnya untuk mewujudkan pelayanan pemasyarakatan yang humanis dan inklusif.
Melalui sinergi tersebut, warga binaan diharapkan mendapatkan pembinaan yang lebih komprehensif sehingga mampu kembali ke tengah masyarakat dan berkontribusi secara positif. (*)


<


Tinggalkan Balasan