Tekape.co

Jendela Informasi Kita

Tak Mampu Melangkah, Air Mata Nenek Sumarni Pecah Saat Bantuan Kartu Lansia Tiba di Rumahnya

Petugas dari Pemkab Luwu Timur saat datang membawakan bantuan program Kartu Lansia Luwu Timur. (hms)

KERIPUT di wajah Sumarni menyimpan cerita panjang tentang perjuangan hidup. Kini, di usia senja saat langkahnya tak lagi mampu membawanya keluar rumah, perhatian pemerintah justru datang menghampirinya. Bantuan Kartu Lansia diantar langsung ke rumahnya, menghadirkan senyum dan rasa syukur di tengah keterbatasan.

DI SEBUAH rumah sederhana di Desa Solo, Kecamatan Angkona, Selasa (21/7/2026), Nenek Sumarni (84) tak mampu menyambut tamu dengan berjalan menuju pintu.

Usia senja dan kondisi fisik yang semakin melemah membuatnya hanya bisa berpindah tempat dengan bertumpu pada kedua tangan. Setiap gerakan membutuhkan tenaga lebih. Namun pagi itu, senyum yang lama tersimpan akhirnya merekah di wajah keriputnya.

Bukan karena keluarganya membawa kabar istimewa, melainkan karena petugas Pemerintah Kabupaten Luwu Timur datang langsung mengantarkan bantuan Program Kartu Lansia ke rumahnya.

Bagi Sumarni, kedatangan petugas bukan sekadar menyerahkan bantuan. Kehadiran mereka menjadi bukti bahwa di tengah keterbatasannya, negara masih mengingat dan memperhatikannya.

Dengan suara lirih dan mata yang mulai berkaca-kaca, ia mengucapkan rasa syukur.

“Bantuan ini sangat membantu kami. Terima kasih kepada pemerintah yang sudah memperhatikan orang tua seperti saya,” tuturnya penuh haru.

Sumarni kini tinggal bersama anak dan cucunya. Di usia 84 tahun, ia tak lagi mampu beraktivitas seperti dulu. Namun perhatian yang datang mengetuk pintu rumahnya seolah menjadi penguat bahwa ia tidak sendiri menjalani masa tuanya.

Momen itu menjadi gambaran dari pendekatan pelayanan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dalam penyaluran Program Kartu Lansia. Tidak hanya membuka layanan di titik penyaluran, tetapi juga menghadirkan pelayanan jemput bola bagi para lansia yang sakit atau sudah tidak mampu datang ke lokasi.

Hari itu, penyaluran bantuan dilaksanakan di Kantor Camat Angkona dan Kantor Camat Kalaena.

Secara keseluruhan, Program Kartu Lansia kini telah menjangkau 4.000 penerima manfaat, terdiri dari 2.654 penerima lama dan 1.346 penerima baru.

Khusus penerima baru, masing-masing memperoleh bantuan sebesar Rp3 juta untuk periode Januari hingga Maret 2026.

Di Kecamatan Angkona, bantuan diberikan kepada 78 penerima baru yang tersebar di delapan desa, yakni Tawakua, Tampina, Wanasari, Balirejo, Maliwowo, Solo, Watangpanua, dan Lamaito.

Sementara di Kecamatan Kalaena, bantuan disalurkan kepada 62 penerima baru dari Desa Argomulyo, Sumber Makmur, Kalaena Kiri, Sumber Agung, Non Blok, Pertasi Kencana, dan Mekar Sari. Adapun warga Desa Mantadulu dan Taripa yang secara administratif berada di Kecamatan Angkona turut menerima bantuan di titik penyaluran Kecamatan Kalaena.

Di balik angka-angka itu, tersimpan banyak kisah seperti yang dialami Nenek Sumarni. Kisah tentang mereka yang mungkin tak lagi mampu berjalan, tetapi tetap berhak mendapatkan perhatian, kepedulian, dan harapan untuk menjalani hari tua dengan lebih layak.

Sebab, bagi sebagian orang, bantuan mungkin hanya berupa sejumlah uang. Namun bagi seorang lansia yang tak lagi sanggup melangkah keluar rumah, perhatian yang datang mengetuk pintu adalah bentuk penghormatan yang nilainya jauh lebih besar. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini