Tekape.co

Jendela Informasi Kita

Insentif RT/RW dan Gaji PPPK Paruh Waktu Tak Kunjung Dibayar, Aksi May Day di Palopo Ricuh

Massa mahasiswa dan buruh terlibat aksi saling dorong dengan aparat saat mencoba masuk ke Kantor Wali Kota di Palopo dalam aksi Hari Buruh Internasional, Jumat (1/5/2026). (ist)

PALOPO, TEKAPE.co – Aksi peringatan Hari Buruh Internasional di Kota Palopo, Sulawesi Selatan, berujung ricuh, Jumat (1/5/2026).

Dalam tuntutan aksinya, massa dari Aliansi Mahasiswa dan Buruh Peduli Hak Buruh mendesak agar pemerintah Kota Palopo, segera membayar insentif PPPK Paruh Waktu (PW) tenaga guru dan kesehatan.

Insentif di dinas kesehatan dan TPP tenaga kesehatan di dua rumah sakit sampai saat ini belum terbayarkan.

“Untuk pembayaran insentif pppk paruh waktu di dinas pendidikan dan kesehatan, itu kurang lebih dari empat bulan sejak penandatangan kontrak itu sampai saat ini, itu sama sekali belum terbayarkan’, ujar Koordinator aksi, Gilang.

Gilang menegaskan bahwa aksi ini hanyalah permulaan. Jika tuntutan mereka tidak segera diindahkan oleh pihak pemerintah Kota Palopo, pihaknya akan menggelar aksi lanjutan dengan eskalasi massa yang jauh lebih besar dari sebelumnya.

“Jika tuntutan aksi kami hari ini tidak segera diindahkan, kami akan mngadakan aksi jilid 2 sampai tuntutan aksi kami dipenuhi.” tegasnya.

Dari pantauan tekape.co, massa aksi unjukrasa terlibat aksi saling dorong dengan aparat saat mencoba masuk ke Kantor Wali Kota Palopo.

Kericuhan dipicu saat massa mendesak Wali Kota Palopo, Naili Trisal, untuk menemui mereka dan merespons tuntutan terkait hak-hak buruh. Namun, upaya massa untuk merangsek masuk tertahan karena pintu gerbang kantor wali kota ditutup.

Diketahui, massa aksi membawa sejumlah tuntutan.

Untuk tuntutan nasional ada dua isu, yaitu menaikkan upah minimum berbasis kehidupan kelayakan dan penghapusan sistem kerja outsourcing yang sampai saat ini masih terjadi di Kota Palopo.

Sementara, untuk isu lokalnya ada lima tuntutan, yang terdiri dari pembayaran insentif RT/RW, pembayaran insentif PPPK Paruh Waktu (PW) guru, pegawai dinas kesehatan dan TPP tenaga kesehatan di dua rumah sakit. Serta memberikan fasilitas yang layak bagi nelayan dan petani.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini