Baru Seumur Jagung, Irigasi Ballasaraja Rusak, Petani Keluhkan Pengerjaan Asal-asalan
BULUKUMBA, TEKAPE.co – Proyek pembangunan irigasi di Lingkungan Bontorihu, Kelurahan Ballasaraja, Kabupaten Bulukumba, menuai protes dari warga.
Infrastruktur yang dibiayai melalui APBD Provinsi itu dinilai dikerjakan tidak maksimal, karena mulai mengalami kerusakan meski belum lama selesai.
Keluhan warga disebut sudah muncul sejak tahap awal pengerjaan. Namun, aspirasi para petani dinilai tidak mendapat respons serius dari pihak kontraktor yang tetap melanjutkan proyek tanpa evaluasi menyeluruh.
BACA JUGA: Demo Hari Buruh Ricuh di Palopo, Massa Coba Terobos Kantor Wali Kota
Salah satu petani setempat, Asaf, mengungkapkan adanya dugaan penggunaan material yang tidak sesuai spesifikasi teknis.
Ia menyebut hal tersebut sempat diakui oleh pekerja di lapangan saat proses pembangunan berlangsung.
“Ada tukang yang sempat berujar bahwa bagian lantai saluran tidak menggunakan besi penguat. Jadi tidak heran kalau sekarang semennya sudah mulai tergerus dan retak. Ini sangat mengkhawatirkan, apalagi sekarang kita sudah memasuki musim tanam,” ujar Asaf, Jumat (1/5/2026).
BACA JUGA: Aksi May Day di Makassar Memanas, Mahasiswa Blokade Jalan AP Pettarani hingga Lalu Lintas Lumpuh
Kondisi fisik irigasi yang mulai rusak ini menimbulkan kekhawatiran bagi sektor pertanian di wilayah tersebut.
Pasalnya, saluran irigasi tersebut menjadi sumber pengairan bagi ratusan hektare sawah di Kelurahan Ballasaraja.
Warga menilai, jika kerusakan tidak segera ditangani, irigasi berpotensi tidak berfungsi optimal dan berdampak pada penurunan produktivitas pertanian serta kerugian ekonomi bagi petani.
Hingga berita ini diturunkan, warga mengaku telah melaporkan persoalan tersebut kepada pemerintah setempat.
Mereka mendesak sejumlah langkah, di antaranya peninjauan langsung oleh dinas terkait untuk mengevaluasi kualitas bangunan, audit terhadap kontraktor pelaksana terkait kesesuaian dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB), serta perbaikan segera atas kerusakan yang terjadi.
Warga berharap pemerintah provinsi dapat memberikan perhatian serius terhadap proyek tersebut, mengingat pembangunan menggunakan anggaran publik sehingga kualitasnya harus sesuai standar dan memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
(Sakril)





Tinggalkan Balasan