7 Bulan Jembatan Pajalesang Telan Korban, Pemkot Palopo Tak Kunjung Bergerak, Anak SD Masih Bertaruh Nyawa
Persoalan Jembatan Gantung Pajalesang sebelumnya juga telah mendapat perhatian DPRD Kota Palopo.
DPRD bahkan meminta Pemkot Palopo segera mengambil langkah perbaikan karena jembatan tersebut masih menjadi jalur yang digunakan masyarakat meski kondisinya rusak.
Wakil Ketua II DPRD Palopo, Alfri Jamil, mengatakan pihaknya telah berulang kali menyampaikan kondisi jembatan kepada pemerintah melalui dinas teknis.
Ia menyebut kondisi tersebut sudah menjadi peringatan serius bagi Pemkot Palopo karena sebelumnya telah menyebabkan korban jiwa.
“DPRD Kota Palopo telah berulang kali menyampaikan hal tersebut kepada Dinas Teknis yang dalam hal ini PUPR dan hal ini menjadi warning kepada Pemkot Palopo karena telah memakan korban,” kata Wakil Ketua II DPRD Palopo, Alfri Jamil kepada detikSulsel, Selasa (26/5).
Alfri meminta Dinas PUPR tidak menunda penanganan jembatan tersebut.
Menurutnya, pemerintah dapat mengambil langkah cepat dengan memanfaatkan anggaran pemeliharaan terlebih dahulu agar akses warga tetap dapat digunakan dengan lebih aman.
“Bagaimanapun Pemkot juga harus sadar itu akses masyarakat, makanya seharusnya Dinas PUPR melakukan langkah taktis. Maksud saya langkah taktis di sini setidaknya dia memakai anggaran pemeliharaan dulu supaya bagaimana akses jembatan itu dapat dilalui oleh masyarakat,” bebernya.
Kini, tujuh bulan setelah insiden yang merenggut nyawa Marwan, warga masih menunggu tindakan nyata pemerintah.
Sementara itu, anak-anak sekolah seperti A tetap harus meniti papan kayu jembatan tersebut setiap hari.
Risikonya sama, satu pijakan yang rapuh bisa kembali berujung petaka. (*)





Tinggalkan Balasan