Tekape.co

Jendela Informasi Kita

7 Bulan Jembatan Pajalesang Telan Korban, Pemkot Palopo Tak Kunjung Bergerak, Anak SD Masih Bertaruh Nyawa

Seorang bocah melintas di Jembatan Gantung Pajalesang, Kecamatan Wara, Kota Palopo, Sulawesi Selatan, Rabu (2/9/2026). Jembatan yang sebelumnya menelan korban jiwa itu hingga kini belum kunjung diperbaiki dan masih digunakan warga, termasuk anak sekolah. (ist)

PALOPO, TEKAPE.co – Kondisi Jembatan Gantung Pajalesang di Kota Palopo, Sulawesi Selatan (Sulsel), kembali menjadi sorotan.

Tujuh bulan setelah seorang warga tewas terjatuh dari jembatan tersebut, kondisi akses penghubung warga di Kelurahan Pajalesang, Kecamatan Wara, itu justru semakin memprihatinkan.

Papan kayu yang menjadi pijakan warga tampak masih dalam kondisi rusak. Meski pernah ditutup setelah insiden maut, jembatan itu kini kembali digunakan warga karena menjadi salah satu akses utama mereka.

BACA JUGA: Pemkab Lutim Perkuat Elektronifikasi Transaksi Pemerintah melalui QRIS di Seluruh Puskesmas

Bahkan, anak-anak sekolah terpaksa melewati jembatan yang membahayakan keselamatan tersebut setiap hari.

Pantauan di lokasi, Rabu (2/9/2026) sekitar pukul 13.00 Wita, seorang bocah berinisial A (10) tampak menyeberangi Jembatan Gantung Pajalesang.

Mengenakan baju cokelat dan celana abu-abu, bocah tersebut berjalan sambil membawa kantongan berwarna merah hitam.

BACA JUGA: Status WA Berujung Laporan Polisi, Istri Plt Sekda Gowa Diperiksa Polisi

Langkahnya terlihat cepat. Namun, sesekali ia memperlambat gerakan sembari menundukkan kepala untuk memastikan pijakannya aman.

Tatapan A terus tertuju pada papan kayu yang dilaluinya.

Ketika ditanya mengenai keberaniannya menyeberangi jembatan tersebut, A mengaku sudah terbiasa.

“Sudah terbiasa,” ucapnya kepada wartawan.

A mengatakan, jembatan tersebut merupakan akses yang digunakannya setiap hari, termasuk ketika berangkat maupun pulang sekolah.

Saat ditemui, ia mengaku baru saja pulang sekolah.

“Tidak sekolah, sudah pulang,” singkatnya.

Kondisi ini menggambarkan dilema warga Pajalesang.

Di satu sisi, jembatan dalam kondisi yang mengkhawatirkan. Namun di sisi lain, warga tidak memiliki pilihan akses yang mudah untuk mencapai tujuan mereka.

Warga bernama Nugrah mengatakan, anak-anak sekolah merupakan salah satu kelompok yang paling sering menggunakan jembatan tersebut.

Menurutnya, akses alternatif yang harus ditempuh jika jembatan ditutup terlalu jauh sehingga warga akhirnya tetap membuka dan memanfaatkan jembatan tersebut.

“Setiap hari anak SD lewati ini jembatan, ditutup juga tetap ji dibuka karena akses utama. Palopo ini kota loh, masa masih ada kondisi begini?” bebernya.

Nugrah berharap Pemkot Palopo tidak menunggu hingga kembali terjadi kecelakaan untuk mengambil tindakan.

Ia menilai kondisi jembatan yang dibiarkan seperti sekarang berpotensi kembali menimbulkan korban.

“Jangan ada tumbal lagi baru kita menangis, jadi wali kota di awal menjabat langsung kunjungan di jembatan ini, jadi tuntaskan janji itu. Jangan hanya gambo (bohong), sampai sekarang kan kita tidak tahu apa yang menjadi progres dia, kasihan anak sekolah,” pungkasnya.

Pernah Telan Korban Jiwa

Kekhawatiran warga bukan tanpa alasan.

Jembatan Gantung Pajalesang sebelumnya telah memakan korban jiwa.

Seorang pria bernama Marwan (50) meninggal dunia setelah terjatuh dari jembatan setinggi sekitar 6 meter di Kompleks Cempaka, Kelurahan Pajalesang, Kecamatan Wara, Palopo.

Peristiwa itu terjadi Selasa (10/2/2026) sekitar pukul 18.40 Wita.

Marwan terjatuh ketika melintasi jembatan dan menginjak bagian kayu yang sudah rapuh.

Lurah Pajalesang, Irwan, menjelaskan korban saat itu hendak menuju penggilingan beras miliknya yang berada di sisi lain sungai.

“Setelah salat Magrib korban ini menyeberang sungai bersama istrinya menuju penggilingan berasnya di sebelah, katanya dia mau ambil beras. Saat di tengah jembatan terpeleset, kayu jembatan patah dan korban jatuh ke sungai,” kata Lurah Pajalesang, Irwan kepada detikSulsel, Rabu (11/2).

Pasca-kejadian tersebut, jembatan sempat ditutup warga bersama aparat pemerintahan.

Namun, penutupan itu tidak berlangsung lama.

Jembatan kembali dibuka oleh warga lantaran menjadi akses penting untuk aktivitas sehari-hari.

Warga terpaksa membuka akses tersebut karena hingga kini belum ada perbaikan yang membuat jembatan bisa digunakan dengan aman.

DPRD Sudah Desak Pemkot

Persoalan Jembatan Gantung Pajalesang sebelumnya juga telah mendapat perhatian DPRD Kota Palopo.

DPRD bahkan meminta Pemkot Palopo segera mengambil langkah perbaikan karena jembatan tersebut masih menjadi jalur yang digunakan masyarakat meski kondisinya rusak.

Wakil Ketua II DPRD Palopo, Alfri Jamil, mengatakan pihaknya telah berulang kali menyampaikan kondisi jembatan kepada pemerintah melalui dinas teknis.

Ia menyebut kondisi tersebut sudah menjadi peringatan serius bagi Pemkot Palopo karena sebelumnya telah menyebabkan korban jiwa.

“DPRD Kota Palopo telah berulang kali menyampaikan hal tersebut kepada Dinas Teknis yang dalam hal ini PUPR dan hal ini menjadi warning kepada Pemkot Palopo karena telah memakan korban,” kata Wakil Ketua II DPRD Palopo, Alfri Jamil kepada detikSulsel, Selasa (26/5).

Alfri meminta Dinas PUPR tidak menunda penanganan jembatan tersebut.

Menurutnya, pemerintah dapat mengambil langkah cepat dengan memanfaatkan anggaran pemeliharaan terlebih dahulu agar akses warga tetap dapat digunakan dengan lebih aman.

“Bagaimanapun Pemkot juga harus sadar itu akses masyarakat, makanya seharusnya Dinas PUPR melakukan langkah taktis. Maksud saya langkah taktis di sini setidaknya dia memakai anggaran pemeliharaan dulu supaya bagaimana akses jembatan itu dapat dilalui oleh masyarakat,” bebernya.

Kini, tujuh bulan setelah insiden yang merenggut nyawa Marwan, warga masih menunggu tindakan nyata pemerintah.

Sementara itu, anak-anak sekolah seperti A tetap harus meniti papan kayu jembatan tersebut setiap hari.

Risikonya sama, satu pijakan yang rapuh bisa kembali berujung petaka. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini