oleh

40 Mobil Terjebak Longsor di Jl Poros Palopo-Toraja, Sopir Teriak Kelaparan

PALOPO, TEKAPE.co – Longsor di Jl Poros Palopo – Toraja, KM 24 Battang Barat, Kecamatan Wara Barat, Kota Palopo, yang terjadi Jumat sore, membuat 40 mobil terjebak longsor.

Mobil itu hendak memasuki Palopo, dari arah Toraja. Para sopir tersebut sudah satu malam menginap di jalan.

Mereka yang terjebak sejak Jumat sore, mengaku sudah kelaparan, Sabtu siang, 27 Juni 2020.

Keluhan itu diteriakan saat sejumlah pejabat Kota Palopo berkunjung ke lokasi longsor.

“Pak kami kelaparan. Kami butuh makan,” teriak para sopir, Sabtu siang.

Di lokasi, saat ini alat berat mulai membersihkan material longsor yang menimbun jalan.

Kapolres Palopo, AKBP Alfian Nurnas, mengatakan, sebanyak 40 mobil dari Toraja menuju Palopo terjebak.

Diperkirakan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk membenahi jalan yang telah amblas itu.

Polres Palopo, TNI, PMI, BPBD dan Basarnas mendirikan posko untuk memantau perkembangan longsor.

Satu-satunya jalan untuk melintas dari Toraja – Palopo saat ini hanya melalui jalur Kabupaten Sidrap.

Sebelumnya diberitakan Jl Poros Palopo – Toraja Km 24, Kelurahan Battang Barat, Kecamatan Wara Barat, Jumat sore, mengalami longsor.

Delapan rumah ambruk akibat longsor ini. Tidak ada korban jiwa.

Titik longsor ada 3, yakni Km 26, Km 23, dan di Km 21 yang ditimbun material longsor dari Km 23 dan 26.

Sedikitnya 64 Kepala Keluarga (KK) yang terkena dampak, 27 KK dengan 109 jiwa di RT 1, dan di RT 2 sebanyak 37 KK atau 138 jiwa.

Dirikan Dapur Umum

Walikota Palopo Drs HM Judas Amir, MH bersama Kapolres Kota Palopo AKBP Alfian Nurnas, dan Dandim 1403 Sawerigading Letkol Inf Gunawan, memantau langsung dapur umum yang didirikan pasca longsor di Kelurahan Battang Barat, Sabtu pagi.

Walikota Palopo meminta BPBD agar fokus pada evakuasi warga di sekitar titik terjadinya longsor.

Saat ini, menurut Walikota, tidak boleh dan jangan ada lagi warga yang tinggal di sekitar longsor, mengingat kemungkinan longsor susulan bisa saja terjadi dikarenakan kondisi tanah yang masih labil.

“Yang diperlukan saat ini adalah keberlangsungan hidup masyarakat sekitar longsor. Tetap suplai konsumsi (bahan makanan) bagi masyarakat yang terdampak,” ungkap walikota. (*)

Komentar

Berita Terkait