oleh

30 Tahun Vakum Komunikasi Dengan Kedatuan, Dewan Adat Pancai Pao Siap Meriahkan FKN 2019

PALOPO, TEKAPE.co – Festival Keraton Nusantara (FKN) XIII yang dipusatkan di Kota Palopo tak lama digelar.

Seluruh masyarakat adat, khususnya dalam naungan kedatuan Luwu siap ikut memeriahkan FKN yang rencananya digelar September 2019. Tak terkecuali dewan adat Pancai Pao.

Pancai Pao yang sempat terputus komunikasi dengan Kedatuan Luwu selama sekitar 30 tahun, karena kevakuman kepengurusan dewan adat pancai pao, kini menyatakan siap ikut memeriahkan acara budaya yang akan dihadiri raja dan ratu dari negara tetangga.

Pemegang mandat adat Pancai Pao, Abidin Arif, dalam rilisnya, Jumat 16 Agustus 2019, menyampaikan, pihaknya siap ikut memeriahkan FKN.

“Insha Allah, adat pancai pao akan hadir dalam kegiatan FKN. Kami sudah berbicra banyak dengan Jemma Tongeng Kedatuan Luwu, Andi Abdullah Sanad Kaddiraja Opu To Sulolipu, tentang apa yg menjadi amanah para dewan adat pancai pao ke saya, melalui pabbicara adat pancai Mansur Abu To Palemmai,” ujarnya.

Terkait penjelasan ceritera sejarah di masa lalu, yang menjadi panduannya hadir di setiap acara adat apalagi di acara FKN, tidak berbeda dengan penyampaian Jemma Tongeng, bahwa Pancai Pao salah satu ‘bate-bate ilaleng pare,’ yang artinya, pancai pao salah satu orang dekat Datu Luwu.

“Saya sebagai pemegang mandat adat, menganggap penting membangun komunikasih atas nama adat. Sebab kami menyadari selama kurang lebih 30 tahun, adat pancai pao tidak banyak berkomunikasi dengan pihak istana Kedatuan Luwu,” ujarnya.

Sehingga, pihaknya yang diberi amanah oleh dewan adat pancai pao, berupaya melakukan komunikasi yang lebih intens.

“Mau tidak mau, tentu kami harus memperjelas lebih dulu, agar kehadiran kami tidak salah dalam menempatkan adat pancai. Sebab kegiatan FKN ini adalah kegiatan yang pertama kali kami ikuti setelah dewan adat pancai pao melakukan penyegaran pengurus di dewan adat,” ujarnya.

Ia mengatakan, salah satu dewan adat yang akan ikut sebagai tuan rumah, selalu berusaha semaksimal mungkin menjadi tuan rumah yang baik, sebagaimana yang menjadi pesan dari leluhur atau pendahulunya, untuk selalu menjaga marwah Kedatuan Luwu. (*)

Komentar

Berita Terkait