Video Aktivis Gaza Berlutut Viral, Menteri Israel Dikecam Dunia
JAKARTA, TEKAPE.co – Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben Gvir, menuai kecaman internasional usai mengunggah video penahanan aktivis armada Global Sumud Flotilla yang dicegat saat menuju Gaza.
Rekaman itu memperlihatkan para aktivis berlutut dengan tangan terikat di atas dek kapal.
Video yang diunggah Ben Gvir di platform X pada Rabu (20/5/2026) menampilkan puluhan aktivis asing dalam posisi berlutut dengan dahi menyentuh lantai kapal.
BACA JUGA: Relawan Asal Makassar Ditangkap Israel saat Misi Gaza, Keluarga Minta Pemerintah Bertindak
Dalam video itu juga terdengar lagu kebangsaan Israel diputar, sementara Ben Gvir tampak mengibarkan bendera Israel di tengah para tahanan.
Armada Global Sumud Flotilla sebelumnya dicegat pasukan Israel saat mencoba menembus blokade Gaza. Ratusan aktivis kemudian dibawa ke pelabuhan Ashdod, Israel selatan.
Tindakan tersebut memicu reaksi keras dari sejumlah negara. Perdana Menteri Italia, Giorgia Meloni, menyebut perlakuan terhadap para aktivis sebagai tindakan yang tidak bisa diterima.
Meloni mendesak Israel segera membebaskan warga negara Italia yang ikut ditahan serta meminta permintaan maaf resmi dari pemerintah Israel.
Menurutnya, perlakuan terhadap para pengunjuk rasa, termasuk warga Italia, telah melanggar martabat manusia dan “tidak dapat ditoleransi”.
Kecaman juga muncul dari internal pemerintahan Israel. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dilaporkan menilai aksi Ben Gvir tidak mencerminkan nilai dan norma negara Israel.
Netanyahu kemudian memerintahkan agar para aktivis segera dideportasi dari Israel.
“Mendeportasi para aktivis provokator sesegera mungkin,” demikian arahan Netanyahu seperti dikutip AFP.
Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Saar, turut mengkritik tindakan Ben Gvir melalui akun X miliknya.
“Dengan sengaja merugikan negara melalui pertunjukan memalukan ini,” tulis Saar.
Ben Gvir sendiri membela tindakannya saat berbicara di parlemen Israel. Ia mengaku bangga atas operasi penindakan terhadap pihak yang disebutnya mendukung terorisme.
“Gambar-gambar itu adalah sumber kebanggaan besar,” ujar Ben Gvir, meski menuai kritik dari sejumlah pejabat Israel.
Global Sumud Flotilla diketahui terdiri dari sekitar 50 kapal yang berangkat dari Turkiye pekan lalu. Mereka membawa bantuan kemanusiaan dan berupaya menerobos blokade Israel terhadap Jalur Gaza.
Pemerintah Israel menyebut sebanyak 430 aktivis asing berada dalam armada tersebut dan kini telah dipindahkan ke kapal Israel untuk bertemu perwakilan konsuler negara masing-masing.
Namun kelompok bantuan hukum dan hak asasi manusia Adalah mengecam keras tindakan tersebut. Adalah menyebut para aktivis sipil diculik secara paksa di perairan internasional.
“Mereka dibawa ke wilayah Israel di luar kehendak mereka,” kata Adalah.
Hamas juga mengecam video yang diunggah Ben Gvir dan menyebutnya sebagai bukti “kemerosotan moral dan sadisme” para pemimpin Israel.
Israel sendiri menolak tudingan bahwa armada tersebut murni misi kemanusiaan.
Netanyahu sebelumnya menyebut pelayaran itu sebagai “rencana jahat yang dirancang untuk menerobos blokade terhadap kelompok Hamas di Gaza.”
Aksi pencegatan armada bantuan ke Gaza itu turut menuai kecaman dari Turkiye dan Spanyol. Pemerintah Indonesia juga menyerukan pembebasan seluruh kapal beserta awaknya.
Dalam armada tersebut terdapat 15 warga negara Irlandia, termasuk Margaret Connolly yang merupakan saudara Presiden Irlandia Catherine Connolly.
Blokade Israel terhadap Gaza yang berlangsung sejak 2007 disebut telah memicu krisis kemanusiaan, termasuk kelangkaan makanan, obat-obatan, dan kebutuhan dasar lainnya di wilayah tersebut. (*)






Tinggalkan Balasan