Tekape.co

Jendela Informasi Kita

Rehabilitasi Jalan di Pagaran Diragukan Kualitasnya, Ketua PKN-RI Tapanuli Raya: “Bila Perlu Bongkar”

Permukaan lapen jalan menuju GKLI Pardamean Nauli Siandor-andor di Taput tampak mengalami pengelupasan, dengan material batu split berserakan di sejumlah bagian jalan, Selasa (8/9/2026), (Dok: Abednego Manalu)

TAPUT, TEKAPE.co – Belum lama disentuh pengerjaan, permukaan jalan menuju GKLI Pardamean Nauli Siandor-andor di Desa Simamora Hasibuan, Tapanuli Utara (Taput), justru mulai menyisakan tanda tanya.

Proyek yang dikerjakan Pemerintah Kabupaten Taput melalui Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang dan Perhubungan (PUTRHub) tersebut disebut belum lama selesai. Namun, hasil pantauan di lokasi pada Selasa (8/9/2026) menunjukkan adanya sejumlah bagian permukaan jalan yang tampak mengalami kerusakan.

Material batu split pada lapisan permukaan jalan terlihat mudah terlepas saat disentuh atau dicongkel menggunakan tangan. Kondisi itu memunculkan pertanyaan mengenai mutu dan daya tahan pekerjaan.

BACA JUGA: Pascadampak Erupsi, Penerbangan Jakarta di Bandara Silangit Kembali Normal

Berdasarkan informasi pekerjaan, proyek tersebut menggunakan anggaran APBD Kabupaten Tapanuli Utara Tahun Anggaran 2026 sebesar Rp142,4 juta.

Pekerjaan dimulai pada 14 Juli 2026 dan dilaksanakan oleh CV Solusi Mandiri Utama. Adapun jenis pekerjaannya berupa lapis penetrasi (lapen) dengan volume sekitar 220 meter panjang dan 3 meter lebar.

Selain kondisi permukaan yang mudah terkelupas, ketebalan lapisan juga menjadi perhatian. Dari pengamatan secara visual di sejumlah titik, lapisan permukaan terlihat relatif tipis, diperkirakan sekitar 1 sentimeter.

BACA JUGA: Sejumlah Kejanggalan Disorot di Proyek Irigasi Simok-mok (PHTC-5B) Rp3,5 Miliar

Seorang warga yang melintas di lokasi, P. Manalu, mengaku heran melihat kondisi jalan tersebut. Menurut dia, ruas jalan itu relatif jarang dilalui kendaraan berat.

“Jalan ini minim dilalui kendaraan mobil. Paling sepeda motor atau sesekali hand tractor, itu pun jarang. Tapi kondisinya sudah seperti ini. Kalau dicongkel dengan tangan pun mudah terlepas dan lapisannya terlihat tipis,” ujarnya.

Sorotan terhadap pekerjaan tersebut juga disampaikan Ketua Perkumpulan Pemantau Keuangan Negara Republik Indonesia (PKN-RI) Tapanuli Raya, Bangun M.T. Manalu.

Saat dimintai tanggapan pada Kamis (10/9/2026), Bangun meminta pemerintah daerah melakukan pemeriksaan terhadap kualitas pekerjaan.

Menurutnya, pemeriksaan diperlukan untuk memastikan pekerjaan yang dibiayai APBD telah dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis dan ketentuan kontrak.

“Kalau memang hasil pemeriksaan membuktikan pekerjaan tidak sesuai spesifikasi, tentu harus diperbaiki atau dikerjakan kembali sesuai ketentuan. Ini menyangkut penggunaan uang negara dan kepentingan masyarakat,” kata Bangun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini