Rasa Aman Mulai Terusik Pasca Pembunuhan di Tikala, Masyarakat Dorong Patroli Polisi Lebih Agresif
RANTEPAO, TEKAPE.co – Kasus pembunuhan yang mengguncang Kecamatan Tikala dalam beberapa hari terakhir memicu keresahan masyarakat.
Warga kini mendesak Polres Toraja Utara meningkatkan patroli siaga selama 24 jam, terutama pada malam hingga menjelang subuh, untuk mencegah munculnya aksi kriminal susulan.
Permintaan itu bukan tanpa alasan. Masyarakat menilai kehadiran aparat di lapangan menjadi faktor penting untuk mengembalikan rasa aman setelah rangkaian peristiwa kriminal yang belakangan terjadi di wilayah Toraja Utara.
Sejumlah titik seperti perbatasan Kecamatan Tallunglipu, Kesu, Rantepao, hingga Tikala disebut warga sebagai kawasan yang membutuhkan pengawasan lebih intensif, terutama pada jam-jam rawan.
“Kalau aparat rutin berpatroli, masyarakat tentu lebih tenang. Jangan sampai kejadian yang baru terjadi menjadi celah bagi pelaku kejahatan lain untuk beraksi,” ujar seorang pedagang sayur keliling, Mas Ijo, Senin (27/7/2026).
Mas Ijo mengaku setiap hari harus berangkat sebelum fajar untuk berbelanja kebutuhan dagangan. Aktivitas tersebut membuatnya harus melintasi jalan-jalan yang masih sepi.
“Kami keluar rumah saat orang lain masih tidur. Kalau bisa patroli polisi lebih sering, terutama menjelang subuh. Kami ingin bekerja dengan rasa aman,” katanya.
Kekhawatiran serupa juga disampaikan seorang pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Rantepao yang kerap menjalani giliran kerja malam.
Menurutnya, selain potensi tindak kriminal, aksi balap liar, kendaraan yang melaju dengan kecepatan tinggi, hingga kelompok pemuda yang berkumpul sambil mengonsumsi minuman keras di pinggir jalan turut menjadi ancaman bagi keselamatan pengguna jalan.
Ia bahkan menyinggung insiden pengeroyokan yang belum lama ini terjadi di kawasan Bua Tallulolo, Kecamatan Kesu, sebagai bukti bahwa pengawasan di lapangan masih perlu diperkuat.
“Patroli motor pada malam hari sangat dibutuhkan. Bukan hanya mencegah kejahatan, tetapi juga memberi efek cegah terhadap aksi balap liar, mabuk di pinggir jalan, maupun kelompok yang meresahkan pengguna jalan,” ujarnya.
Polisi Pastikan Patroli Ditingkatkan
Menanggapi aspirasi masyarakat tersebut, Kasat Samapta Polres Toraja Utara, Iptu Yohanis Tana, memastikan kepolisian tetap mengedepankan langkah preventif melalui patroli rutin siang dan malam.
Ia mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh isu yang belum tentu benar serta segera melaporkan setiap aktivitas mencurigakan melalui layanan darurat 110 yang beroperasi selama 24 jam.
“Kami mengajak masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi. Jika menemukan hal yang mencurigakan, segera laporkan melalui layanan 110. Personel SPKT bersiaga selama 24 jam dan kami terus meningkatkan patroli untuk mengantisipasi gangguan kamtibmas,” tegas Yohanis.
Menurutnya, personel patroli SPKT bersama Unit Patroli Motor (Patmor) setiap malam telah menyisir kawasan Kota Rantepao dan wilayah sekitarnya guna mengantisipasi tindak kriminal, balap liar, hingga berbagai bentuk kenakalan remaja yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.
Meningkatnya kekhawatiran masyarakat menjadi sinyal bahwa keamanan lingkungan membutuhkan keterlibatan seluruh pihak.
Selain kehadiran aparat kepolisian, partisipasi pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah lembang, tokoh agama, tokoh adat, hingga masyarakat dinilai penting dalam menjaga situasi tetap kondusif.
Bagi warga, patroli yang konsisten bukan sekadar aktivitas rutin aparat, melainkan bentuk nyata kehadiran negara dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat yang bekerja, beraktivitas, maupun beristirahat pada malam hari.
(erlin)





Tinggalkan Balasan