Pengeroyokan Maut di Makassar, Mahasiswa Pelayaran Tewas Ditikam di Jalan Boulevard
MAKASSAR, TEKAPE.co – Seorang mahasiswa di Makassar, Sulawesi Selatan, meninggal dunia setelah menjadi korban pengeroyokan yang disertai penikaman di Jalan Boulevard, Kelurahan Masale, Kecamatan Panakkukang, Selasa (27/10/2026) pagi.
Korban berinisial S sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, nyawanya tidak tertolong setelah mengalami luka tikam dan kehilangan banyak darah.
Kasi Humas Polrestabes Makassar, AKP Jafar Ahmad, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyebut keributan yang berujung maut itu terjadi sekitar pukul 06.00 Wita.
BACA JUGA: Pecahkan Kaca Mobil, Uang Rp300 Juta Digondol di Depan Bank BRI Morowali
Berdasarkan keterangan saksi perempuan berinisial F (19), kejadian bermula saat korban bersama sejumlah temannya berada di dalam mobil dan baru keluar dari area parkir salah satu tempat di Jalan Boulevard.
Tiba-tiba, seorang pria yang tidak dikenal menghampiri mereka. S kemudian turun dari mobil, disusul salah seorang temannya.
“Selanjutnya korban (S) turun dari mobil, yang kemudian disusul oleh teman mengikuti korban,” kata Jafar.
BACA JUGA: Husniah Talenrang Ditahan Polda Sulsel, Tangan Terborgol dan Kenakan Rompi Oranye
Saksi melihat korban terlibat adu mulut dengan pria tersebut. Situasi kemudian memanas setelah beberapa orang lain datang dan mendorong korban hingga terjatuh.
F berusaha melerai keributan. Namun, ia justru terkena pukulan dari orang yang tidak dikenalnya.
“Saksi (F) kemudian dibantu oleh teman perempuannya dan dimasukkan ke dalam mobil,” ujar Jafar.
Pelaku Kabur, Korban Bersimbah Darah
Saat F sudah berada di dalam mobil, dua sepeda motor Honda Scoopy yang masing-masing ditumpangi dua orang terlihat melarikan diri dengan melawan arah menuju Jalan AP Pettarani.
Setelah keributan itu, F mengetahui S mengalami luka tikam dan mengeluarkan banyak darah.
“(Setelah itu) saksi (F) mengetahui bahwa korban terkena tikaman dan mengeluarkan banyak darah,” ungkap Jafar.
Korban kemudian dibawa oleh F bersama teman-temannya ke Rumah Sakit Islam (RSI) Faisal. Namun, mereka mendapat saran agar S dirujuk ke rumah sakit milik Kementerian Kesehatan di kawasan Center Point of Indonesia (CPI).
Melihat kondisi korban yang semakin parah akibat kehilangan banyak darah, rombongan tersebut akhirnya membawa S ke Rumah Sakit Bhayangkara.


<


Tinggalkan Balasan