oleh

Pendarahan Diduga Aborsi, Oknum Mahasiswi Asal Mamuju Dirawat di RSUD Toraja Utara

TORAJA UTARA, TEKAPE.co — Oknum Mahasiswi asal Mamuju yang kuliah di salah satu perguruan tinggi swasta di Tana Toraja, berinisial BB (21), terpaksa menjalani perawatan intensif di RSUD Pongtiku Toraja sejak Senin hingga Jumat, 22-26 Juli 2019.

Oknum mahasiswi itu dirawat langtaran pendarahan hebat, diduga akibat aborsi.

Mahasiswi tersebut terindikasi telah melakukan aborsi, hasil hubungan bersama sang kekasih.

Ia kini sementara melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Lembang (Desa) Awan Rantekarua, Kecamatan Awan Rantekarua, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan.

Dari informasi yang dihimpun wartawan, terendusnya kasus aborsi tersebut setelah oknum Mahasiswi mendatangi Puskesmas Awan Rantekarua.

Saat datang, pihak Puskesmas tidak mampu dan kewalahan menangani pendarahan yang dialami BB.

Sehingga terpaksa dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pongtiku Toraja Utara, Rabu Rabu 24 Juli 2019, siang, sekira pukul 13.25 Wita.

Setibahnya di RSUD Pongtiku oknum Mahasiswi tersebut langsung ditangani oleh pihak bidan di ruangan bersalin dan menjalani perawatan.

Direktur RSUD Pongtiku Toraja Utara, dr Remen Taulabi, yang dikonfirmasi, Jumat 26 Juli, pagi, mengatakan, pihaknya telah menghubungi pihak berwajib untuk ditangani.

“Setelah tiba di RSUD Pontiku sekira pukul 13.30 Wita, perawat dan bidan jaga langsung menghubungi saya, terkait oknum Mahasiswi yang diduga pendarahan akibat menggugurkan kandungnya,” jelasnya.

Ia kemudian menghubungi pihak kepolisian, agar kasus ini ditangani segera.

Di tempat terpisah Kepala Ruangan Bersalin, Sarce Kobba, saat dihubungi Sabtu 27 Juli, pagi, sekitar jam 10.00 pagi, Ia menjelaskan, saat itu dinas siang mendapati pasien sedang mengalami pendarahan.

Pasien tersebut masuk dengan mengunakan rimit atau data yang lain, sehingga tidak tahu apa sebenarnya terjadi.

“Pasien (BB) masuk dari Senin (22/7) Pukul 13.30 siang. Sampai Jum’at (26/7/2019). BB menjalani perawatan intensif selama 5 hari dan sudah keluar kemarin dengan kondisi sudah sehat pak,” jelasnya..

Kasus tersebut masih tahap pengembangan dan penyidikan oleh pihak kepolisian Polsek Rindinggallo bekerja sama Polsek Rantepao. (Erli)

Komentar

Berita Terkait