Tekape.co

Jendela Informasi Kita

PDIP Dorong Penguatan Ekonomi Luwu Timur melalui Diversifikasi

Anggota DPRD Luwu Timur (Fraksi PDIP), Erick Estrada S, S.Pd. (hms)

MALILI, TEKAPE.coPerubahan APBD 2026 diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperkuat arah pembangunan dan ketahanan ekonomi Luwu Timur.

Harapan itu disampaikan Fraksi PDI Perjuangan DPRD Luwu Timur dalam rapat paripurna Pendapat Akhir Fraksi-Fraksi terhadap Ranperda Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026, Senin (14/9/2026).

Pendapat akhir fraksi dibacakan anggota DPRD Luwu Timur, Erick Estrada S, S.Pd., mewakili Ketua Fraksi PDI Perjuangan Muhammad Nur, SH.

Dalam pandangannya, PDI Perjuangan mengapresiasi respons Pemerintah Kabupaten Luwu Timur terhadap pemandangan umum fraksi sebelumnya.

Fraksi menilai sinergi antara DPRD dan pemerintah daerah tetap penting untuk membangun tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, serta berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Selain memberikan persetujuan terhadap Ranperda tersebut, PDI Perjuangan menyampaikan sejumlah masukan untuk menjadi perhatian pemerintah daerah.

Salah satunya berkaitan dengan penguatan struktur ekonomi Luwu Timur yang saat ini masih banyak ditopang sektor pertambangan.

Erick mengatakan, dinamika industri nikel di pasar global perlu diantisipasi melalui perencanaan pembangunan yang adaptif. Menurutnya, pengembangan sektor-sektor ekonomi lain dapat membantu memperkuat daya tahan ekonomi daerah.

Karena itu, diversifikasi ekonomi dinilai penting untuk membuka peluang baru bagi masyarakat sekaligus memperkuat fondasi ekonomi Luwu Timur dalam jangka panjang.

“Penting bagi kita untuk mempersiapkan segala kemungkinan yang bisa saja terjadi,” kata Erick.

Selain itu, PDI Perjuangan juga menyoroti kondisi fiskal daerah. Fraksi menilai pengelolaan belanja rutin perlu dilakukan secara cermat agar pemerintah daerah tetap memiliki ruang yang memadai untuk membiayai program pembangunan.

Fraksi turut mengingatkan pentingnya perhatian terhadap sejumlah persoalan sosial ekonomi yang berkembang di tengah masyarakat.

Di antaranya persoalan konflik lahan, aktivitas pertambangan, ketersediaan BBM dan gas subsidi, dampak lingkungan, kriminalitas, hingga kekeringan yang mulai memberi tekanan terhadap sektor pertanian dan perkebunan.

Bagi PDI Perjuangan, berbagai persoalan tersebut perlu ditangani secara terpadu agar tidak menghambat kualitas pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

“Seberapa pun besarnya pendapatan yang kita peroleh dari hasil investasi pertambangan tidak akan mampu menutupi dampak yang ditimbulkan,” ujar Erick.

Meski menyampaikan sejumlah masukan, Fraksi PDI Perjuangan tidak menolak Ranperda Perubahan APBD 2026.

Fraksi menyatakan Ranperda tersebut dapat diterima untuk dibahas lebih lanjut, dengan catatan berbagai rekomendasi yang disampaikan menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

Pesan tersebut menempatkan perubahan APBD sebagai momentum evaluasi dan penyempurnaan kebijakan pembangunan, bukan sekadar penyesuaian postur anggaran.

Di akhir penyampaiannya, Erick mengutip pernyataan Bung Karno tentang perjuangan.

“Aku lebih suka lukisan samudera yang gelombangnya menggebu-gebu daripada lukisan sawah yang adem ayem tentram.”

Kutipan itu menjadi penutup pandangan Fraksi PDI Perjuangan dalam rapat paripurna DPRD Luwu Timur. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini