Orang Tua Pasien di Puskesmas Paniaran Surati DPRD Taput, Minta RDP
Eduard juga mempertanyakan kejelasan mengenai hasil pemeriksaan, catatan pelayanan atau rekam medis, serta dasar pertimbangan medis yang digunakan dalam mengambil keputusan untuk tidak memberikan rujukan.
Menurut dia, hal tersebut penting bukan untuk mencampuri kewenangan dokter dalam menentukan tindakan medis, melainkan agar keluarga pasien memahami kondisi dan keputusan yang diberikan oleh tenaga kesehatan.
“Yang saya minta adalah kepastian bahwa keputusan tidak memberikan rujukan benar-benar didasarkan pada pemeriksaan medis yang dapat dipertanggungjawabkan, dilakukan sesuai SOP, serta disampaikan secara jelas kepada keluarga pasien,” kata Eduard.
Ia berharap DPRD Taput dapat mendengarkan pengaduannya dan memfasilitasi penyelesaian persoalan tersebut secara terbuka.
Eduard mengatakan, dirinya tidak ingin persoalan serupa dialami keluarga pasien lainnya.
“Ini bukan semata-mata soal anak saya. Saya berharap kejadian seperti ini tidak terulang kepada masyarakat lainnya,” ujarnya.
Ia meminta DPRD Taput tidak melihat persoalan tersebut hanya sebagai sengketa administratif antara pasien dan puskesmas, tetapi juga sebagai momentum untuk mengevaluasi kualitas pelayanan publik, komunikasi tenaga kesehatan dengan keluarga pasien, serta pemenuhan hak masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan.
Di sisi lain, hingga berita ini ditulis, pihak Puskesmas Paniaran, termasuk Kepala Puskesmas dr. Tiurma Sinaga, belum dapat dimintai penjelasan terkait pengaduan tersebut.
(Abednego Manalu)





Tinggalkan Balasan