oleh

OPINI: Menelisik Peta Jalan Pembangunan (1)

Oleh: Afrianto
(Direktur Celebes Development Center)

MENJELANG pemilihan kepala daerah di dua wilayah Luwu Raya, (Luwu Utara dan Luwu Timur), beberapa kandidat telah mengkampanyekan beberapa ide – ide terkait dengan visi – misi dan program strategis yang akan dilakukan oleh mereka.

Tentu ini menjadi bagian yang sangat penting membaca jalan pikiran masing – masing kandidat, bagaimana mereka merumuskan arah dan kebijakan strategis yang adaptif dan inklusif, penyajian ini penting untuk diketahui oleh semua kalangan.

Hal mendasar dalam perumusan visi – misi adalah mengetahui kondisi real masyarakat; mengetahui kondisi geografis (SDA), ketimpangan sarana dan prasarana, kebijakan fiskal, perkembangan ekonomi wilayahnya serta bagaimana merumuskan visi dan misi yang terintegrasi dengan kebijakan pemerintah pusat dan provinsi.

Saat ini, pemerintah provinsi sulawesi selatan dalam arahaan kebijakan strategisnya, khusus di wilayah Luwu Raya didorong sebagai daerah pertanian, perkebunan, perikanan, pertambangan dan pariwisata.

Lebih detail lagi dalam perencanaan tata ruang provinsi dalam hal potensi pengembangan dan pengelolaan komoditas berbasis sumber daya alam, wilayah Luwu Utara dan Luwu Timur didorong sebagai kawasan lahan pangan berkelanjutan, kawasan pengembangan budidaya allternatif komoditi perkebunan, dan kawasan pengembangan budidaya rumput laut.

Selain itu, Data pertumbuhan ekonomi (PDRB), tingkat kemiskinan dan pengangguran juga mejadi informasi penting untuk merumuskan program starategis yang nantinya diperhadapkan pada publik. Berikut gambaran kondisi pembangunan pada dua wilayah tersebut berdasarkan data BPS :

Luwu Utara

Berdasarkan data indikator makro social ekonomi Kabupaten Luwu Utara tahun 2018, Pertumbuhan ekonomi Luwu Utara terus naik dengan PRDB tahun 2016 (7,49 %), 2017 (7,6 %) dan 2018 (8,42 %) dengan PDRB per kapita 3,2 juta perbulan.

Lapangan usaha dengan distirbusi persentase terbesar adalah pertanian (49,95), konstruksi (11,95 %) dan perdagangan (9,53 %).

Tingkat kemiskinan pada wilayah Luwu Utara masih sangat tinggi, dimana pada tahun 2017, persentase penduduk miskin di luwu utara (14,33 %) berada pada posisi ke empat dari 24 kabupaten/kota Se Sulawesi selatan.

Pada tahun 2018, pemerintah Kabupaten Luwu Utara cukup berhasil menekan tingkat kemiskinan sampai 13,69 %.

Walaupun persentase kemiskinan turun, namun masih menunjukkan persentase kemiskinan yang masih tinggi dibanding daerah – daerah lainnya.

Luwu Timur

Sementara itu, Kabupaten Luwu Timur dari data BPS menunjukkan bahwa data kemiskinannya terus turun, yang saat ini berada di angka 7,23 % dan tingkat pengangguran terbuka yang rendah (2,58 %).

Namun persentase PDRB nya menurut lapangan usaha paling rendah dibanding seluruh kabupaten/kota di Sulawesi Selatan dengan nilai 3,44 %.

Distribusi terbesar pada PDRB Luwu Timur adalah kategori administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan social (12,28%), transportasi dan pergudangan (10,25 %), informasi dan komunikasi (10,37 %), Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor (10,31%).

Sementara, persentase PDRB pada sektor pertanian, kehutanan dan perikanan terus turun dari 8,16 % (2016) menjadi 6,86 % (2018), pertambangan dan penggalian di tahun 2015 (5,24 %) dan pada tahun 2018, turun menjadi 0,16 %. (Bersambung……)

Komentar

Berita Terkait