Tekape.co

Jendela Informasi Kita

Demo Tuntut Provinsi Luwu Raya di Palopo Memanas, Mahasiswa Alami Luka Bakar

Seorang mahasiswa menaiki mobil boks saat aksi unjuk rasa menuntut pembentukan Provinsi Luwu Raya di Jalan Andi Djemma, Kota Palopo, Sabtu (10/1/2026). (ist)

PALOPO, TEKAPE.co – Aksi unjuk rasa digelar Aliansi Perjuangan Masyarakat Tana Luwu berlangsung di Taman I Love Palopo City, Kelurahan Binturu, Kecamatan Wara Selatan, Kota Palopo, Sulawesi Selatan, Sabtu (10/1/2026) sore.

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi tersebut memusatkan aksi di Jalan Andi Djemma dengan melakukan pemblokiran arus lalu lintas.

Mereka membentangkan spanduk serta menyuarakan tuntutan agar pemerintah segera merealisasikan pembentukan Provinsi Luwu Raya.

BACA JUGA: Kuasa Hukum 69 Korban Desak Polda Sulsel Tersangkakan Putri Dakka

Dalam rangkaian aksi, massa sempat menghentikan sebuah kendaraan boks yang melintas dan menjadikannya sebagai tempat berorasi.

Situasi kemudian memanas ketika para demonstran berupaya membakar ban bekas sebagai bentuk protes.

Aksi pembakaran ban tersebut mendapat penolakan dari warga sekitar lokasi.

BACA JUGA: Kecelakaan Maut di Palopo, Pengendara Motor Tewas Usai Bertabrakan dengan Mobil Traga

Sejumlah warga menyampaikan keberatan karena khawatir asap pembakaran mengganggu aktivitas dan kesehatan masyarakat di sekitar taman.

“Silakan menyampaikan aspirasi, tapi jangan membakar ban. Asapnya mengganggu kami yang tinggal di sekitar sini,” ujar salah seorang warga dengan nada protes.

Meski demikian, massa aksi tetap melanjutkan pembakaran ban.

Seorang warga berusaha memadamkan api yang sudah menyala, namun dalam upaya tersebut terjadi insiden.

Salah satu demonstran secara tidak sengaja terkena jilatan api saat ban yang terbakar tersenggol, menyebabkan api mengenai celananya.

Akibat kejadian itu, mahasiswa tersebut mengalami luka bakar di bagian kaki dan segera dievakuasi ke Rumah Sakit Mega Buana untuk mendapatkan penanganan medis.

Insiden tersebut tidak menghentikan jalannya unjuk rasa.

Aksi tetap berlanjut dengan orasi yang disampaikan secara bergantian menggunakan pengeras suara.

Dalam orasinya, para demonstran menegaskan bahwa wilayah Tana Luwu dinilai layak menjadi provinsi baru dan tidak lagi bergantung pada Sulawesi Selatan.

Mereka menilai potensi ekonomi di Luwu Raya cukup kuat untuk menopang pemerintahan sendiri.

“Tana Luwu memiliki sumber daya dan kontribusi besar terhadap Pendapatan Asli Daerah Sulawesi Selatan. Itu menjadi bukti bahwa Luwu Raya mampu berdiri sebagai provinsi,” ujar salah seorang orator.

Selain itu, massa aksi juga mendesak pemerintah pusat, khususnya Presiden Prabowo Subianto, agar memberikan perhatian serius terhadap aspirasi masyarakat Luwu Raya.

Mereka menegaskan bahwa peringatan Hari Perlawanan Rakyat Luwu (HPRL) pada Januari ini akan dijadikan momentum untuk terus mendorong pembentukan Provinsi Luwu Raya di tingkat nasional.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini