Dari Lokakarya ke Kebijakan, Mannennungeng Serahkan Policy Brief untuk Pemkab Bone
“Sebagai bagian dari masyarakat Bone yang mencintai tanah leluhurnya, kami sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan adik-adik mahasiswa Universitas Hasanuddin. Program Mannennungeng telah mengingatkan kami bahwa pertanian bukan hanya soal bercocok tanam, tetapi juga soal menjaga warisan dan menjaga generasi,” ujarnya.
Ia berharap konsep tersebut dapat diterapkan lebih luas di Kabupaten Bone.
“Filosofi Mannennungeng yang berarti berkelanjutan sejalan dengan nilai-nilai adat dan budaya kami yang selalu menjunjung tinggi keseimbangan antara manusia, alam, dan Sang Pencipta. Kami berharap semangat ini terus dijaga, tidak hanya di Desa Kajaolaliddong, tetapi juga menyebar ke seluruh penjuru Bone. Kami sebagai tokoh adat siap bersinergi untuk memastikan warisan ini tetap hidup,” katanya.
Hasil Program Diserahkan ke Masyarakat
Ketua Umum UKM KPI Unhas, Aydil Fitra Mulya, mengatakan penyerahan Policy Brief menjadi bagian penting dari rangkaian program.
Ia berharap rekomendasi yang disusun mahasiswa dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam kebijakan pertanian di Kabupaten Bone.
“Lokakarya ini bukan akhir, melainkan awal dari perjalanan panjang. Policy brief yang kami serahkan hari ini adalah hasil dari kerja keras bersama antara mahasiswa, masyarakat, dan pemerintah daerah. Kami berharap rekomendasi ini dapat menjadi acuan bagi kebijakan pertanian di Kabupaten Bone,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Tim PPK Ormawa UKM KPI Unhas 2026, Fadel Muhammad S, menjelaskan penandatanganan BAST menandai beralihnya tanggung jawab pengelolaan hasil program kepada kelompok sasaran.





Tinggalkan Balasan