Tekape.co

Jendela Informasi Kita

Carnaval Budaya Desa Panti Dorong Partisipasi Masyarakat dan Aktivitas Ekonomi UMKM

eserta dan masyarakat memeriahkan Carnaval Budaya Desa Panti dalam rangka HUT ke-81 Republik Indonesia di Kabupaten Jember, Sabtu (19/9/2026). Kegiatan tersebut turut membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan aktivitas perdagangan. (ist)

JEMBER, TEKAPE.co – Carnaval Budaya Desa Panti dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia digelar meriah pada Sabtu (19/9/2026).

Kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur masyarakat dan mengambil rute dari Gudang Projo hingga kawasan belakang Kantor Kecamatan Panti, Kabupaten Jember.

Ketua Panitia Carnaval Budaya Desa Panti, Feri, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana memperingati HUT ke-81 RI, tetapi juga menjadi wadah bagi masyarakat untuk menampilkan kreativitas serta potensi budaya di tingkat desa.

BACA JUGA: TKD 2027 Naik Rp72 Triliun, Palopo Masih Bergantung Dana Transfer hingga 69,49 Persen

Menurut Feri, keterlibatan masyarakat dalam carnaval cukup luas. Sedikitnya delapan RT dari setiap dusun turut berpartisipasi, selain peserta dari masyarakat umum, sekolah, dan sejumlah lembaga.

“Peserta berasal dari berbagai unsur, mulai dari RT, sekolah, lembaga, hingga masyarakat umum yang ikut berinisiatif untuk memeriahkan kegiatan,” ujar Feri saat ditemui awak media.

Selain menjadi kegiatan sosial dan budaya, Carnaval Budaya Desa Panti juga membuka peluang bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk meningkatkan aktivitas perdagangan.

BACA JUGA: Tangis Pecah, Jenazah Aris Sanda Korban Penembakan KKB Tiba di Toraja Utara

Keramaian warga di sepanjang jalur carnaval dimanfaatkan para pedagang untuk menawarkan berbagai produk, terutama makanan dan minuman. Kondisi tersebut dinilai turut mendorong perputaran ekonomi masyarakat di sekitar lokasi kegiatan.

“Kegiatan seperti ini cukup membantu masyarakat yang berjualan. Ketika ada carnaval dan masyarakat berkumpul, UMKM juga mendapatkan kesempatan untuk meningkatkan penjualan,” jelasnya.

Feri menambahkan, manfaat ekonomi dari kegiatan tersebut tidak hanya dirasakan pedagang makanan dan minuman. Pelaku usaha yang menyediakan kebutuhan pendukung carnaval, termasuk jasa penyewaan kostum, juga memperoleh peluang ekonomi.

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa kegiatan masyarakat dapat memberikan manfaat yang lebih luas, terutama ketika melibatkan banyak peserta dan menghadirkan masyarakat dalam jumlah besar.

Dari sisi partisipasi, Feri menyebut respons masyarakat terhadap pelaksanaan carnaval cukup positif. Warga turut memadati sepanjang rute dan memberikan dukungan kepada para peserta.

“Tanggapan masyarakat cukup baik. Banyak warga yang mengikuti dan memberikan dukungan terhadap kegiatan ini,” katanya.

Carnaval Budaya Desa Panti dimulai dari Gudang Projo, kemudian melintasi wilayah Desa Panti hingga berakhir di kawasan belakang Kantor Kecamatan Panti.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 RI sekaligus menjadi ruang interaksi masyarakat melalui kegiatan budaya.

Feri berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan tetap memperhatikan ketertiban dan kepentingan masyarakat.

“Kami berharap kegiatan carnaval budaya tetap mendapatkan ruang karena selain menjadi kegiatan kebudayaan dan hiburan masyarakat, kegiatan ini juga memberikan manfaat bagi UMKM, penyedia kostum, serta pelaku usaha lainnya,” pungkasnya.

(Dodik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini