IMIP Perkuat Ekonomi Petani Morowali, Hasil Panen Dibidik Masuk Kawasan Industri
MOROWALI , TEKAPE.co – PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) memperkuat pemberdayaan petani lokal di sekitar kawasan industri dengan menyalurkan bantuan sarana dan prasarana pertanian kepada kelompok tani binaan.
Terbaru, bantuan tersebut diberikan kepada Kelompok Tani (Poktan) Bumi Air di Desa Makarti, Kabupaten Morowali. Kelompok yang baru terbentuk sekitar enam bulan lalu itu menjadi salah satu kelompok binaan baru IMIP.
Dukungan ini tidak hanya berupa peralatan pertanian, tetapi juga berbagai kebutuhan untuk menunjang kegiatan budi daya dan pengembangan usaha tani.
BACA JUGA: FinFest 2026 Himpun Dana Rp5 Miliar, Bank Jakarta Sabet Dua Penghargaan
Section Head Ekonomi Pilar CSR Departemen PT IMIP, Tarya, mengatakan program tersebut menyasar petani yang sebelumnya masih bekerja secara individu dan belum terorganisasi dalam kelompok.
Melalui pendampingan dan pembentukan kelembagaan, para petani diharapkan dapat membangun kelompok yang lebih solid. IMIP juga memberikan dukungan awal berupa sarana pengolahan lahan dan perlengkapan pertanian.
Menurut Tarya, bantuan tersebut ditujukan untuk memperkuat posisi tawar petani, memudahkan akses terhadap subsidi pemerintah, serta membuka ruang pertukaran pengetahuan antaranggota kelompok.
BACA JUGA: Target Cetak 1.000 Entrepreneur per Tahun, Lutim Genjot Kompetensi Pelaku Usaha
“Sarpras yang disalurkan antara lain mesin bedengan, kultivator, sprayer, pH meter dan TDS meter, pupuk kandang dan NPK Mutiara, nutrisi hidroponik kemasan, pupuk SP36, kawat pagar, benih semangka, benih melon, dan lainnya,” rinci Tarya, Rabu (28/10/2026).
Ia menjelaskan, pengembangan sektor pertanian menjadi bagian dari upaya IMIP mendorong pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Morowali. Program tersebut diarahkan untuk memperkuat kemandirian ekonomi petani melalui kemitraan dengan kawasan industri.
Tarya menegaskan, pemberdayaan masyarakat tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menempatkan warga lokal sebagai bagian penting dalam strategi keberlanjutan industri.
“Tim CSR IMIP intens melakukan pembinaan berkelanjutan. Mulai dari teknik budi daya, manajemen kelompok, hingga pemenuhan standar kualitas sesuai kebutuhan kawasan,” jelasnya.
Sebelum memberikan bantuan kepada Poktan Bumi Air, IMIP juga telah mendukung tiga kelompok tani lainnya, yakni Poktan To’epe Bahodopi, Muda Mandiri Keurea, dan Trans Tani Raya Bahomakmur.
Bantuan untuk ketiga kelompok tersebut meliputi 10 unit mesin kultivator, tiga unit mesin bedengan, 15 unit sprayer, 300 karung pupuk kandang, 120 karung kapur dolomit, serta 114 pak bibit sayuran.
“Dukungan ini diharapkan membantu petani dalam mengolah lahan dengan lebih efisien serta meningkatkan produktivitas pertanian,” tambah Tarya.


<


Tinggalkan Balasan