Proyek Rp5,1 Miliar di Siborongborong, Bekisting dan Flagger Bikin Pertanyaan

Bekisting kayu terlihat terpasang di sepanjang median, sementara sejumlah material sisa pekerjaan tampak berada di sekitar lokasi, Senin (26/10/2026), (Dok: Abednego Manalu)

TAPUT, TEKAPE.co – Pekerjaan preservasi Jalan Siborongborong–Jalan ke Sibolga (Tarutung)–Jalan Sisingamangaraja (Padangsidimpuan) kembali mendapat sorotan. Kali ini, perhatian tertuju pada pekerjaan median atau pembatas jalan yang berada di kawasan Jalan Lintas Siborongborong, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara.

Berdasarkan pantauan TEKAPE.co di lapangan, Senin (26/10/2026), sejumlah bagian pekerjaan median jalan masih dalam tahap pengerjaan. Bekisting kayu dan sejumlah penyangga terlihat terpasang di sepanjang konstruksi median.

Namun, kondisi bekisting pada beberapa bagian tampak tidak seragam. Sejumlah bagian cetakan beton terlihat tidak lurus sehingga menimbulkan pertanyaan mengenai presisi dimensi dan kestabilan bekisting sebelum maupun saat proses pengecoran.

BACA JUGA: Enam Senjata Rakitan Diserahkan, Konflik Warga Pentojangan Palopo Berujung Damai

Kondisi tersebut menjadi perhatian Perkumpulan Pemantau Keuangan Negara Republik Indonesia (PKN-RI) Tapanuli Raya. Organisasi tersebut meminta agar kualitas pekerjaan diperiksa secara menyeluruh dan disesuaikan dengan spesifikasi teknis dalam dokumen kontrak.

Sorotan terhadap proyek tersebut sebelumnya juga disampaikan PKN-RI Tapanuli Raya pada Rabu (14/10/2026). Saat itu, mereka mempertanyakan salah satu item pekerjaan pada ruas Jalan Lintas Tarutung–Sibolga, khususnya pekerjaan beram jalan.

PKN-RI menduga terdapat ketidaksesuaian dalam pelaksanaan pekerjaan, termasuk penggunaan besi sebagai kerangka coran serta material plastik yang disebut diduga menggunakan plastik mulsa pertanian sebagai lapisan pengecoran.

BACA JUGA: Digelar 14 Hari, Kapolres Taput Pimpin Apel Operasi Patuh Toba 2026

Dalam pantauan terbaru, persoalan tidak hanya berkaitan dengan bentuk bekisting. Sisa material bongkaran terlihat berserakan di sejumlah titik di sekitar area pekerjaan. Material batu pecah yang akan digunakan dalam pekerjaan juga tampak berada di badan jalan, termasuk pada area putaran kendaraan di sekitar lokasi proyek.

Kondisi tersebut dinilai berpotensi mengganggu aktivitas pengguna jalan apabila tidak segera ditata, terlebih pekerjaan berada di ruas jalan yang masih digunakan masyarakat untuk mobilitas sehari-hari.

Selain itu, pada beberapa bagian median yang bekistingnya telah dibuka setelah pengecoran, permukaan beton tampak mengalami pengelupasan pada bagian tertentu. Kondisi tersebut terlihat ketika pekerjaan masih berlangsung dan menjadi salah satu hal yang dipertanyakan PKN-RI terkait mutu hasil pekerjaan.

PKN-RI Tapanuli Raya menilai kondisi tersebut perlu diperiksa oleh pihak berwenang untuk memastikan apakah pekerjaan telah dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis dan standar mutu yang ditetapkan dalam kontrak.

Persoalan lain yang menjadi sorotan adalah aspek keselamatan lalu lintas selama pekerjaan berlangsung.

Berdasarkan pantauan TEKAPE.co, tidak terlihat petugas pengatur lalu lintas atau flagger/flagman berada di sepanjang lokasi pekerjaan, mulai dari titik awal hingga titik akhir pekerjaan yang dipantau.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini