Tekape.co

Jendela Informasi Kita

Peresmian Rumah Oleh-Oleh Telaloa Binaan Vale, Camat Nuha Dorong Kolaborasi Perluas Pasar Produk UMKM Lokal

Pengunjung memperlihatkan produk UMKM lokal di Rumah Oleh-Oleh Telaloa di Desa Magani, Kecamatan Nuha, Senin (5/10/2026). (ist)

NUHA, TEKAPE.co — Pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kecamatan Nuha, Kabupaten Luwu Timur, dinilai membutuhkan kolaborasi lintas pihak, agar produk lokal tidak hanya mampu diproduksi, tetapi juga memiliki akses pasar yang lebih luas.

Hal itu disampaikan Camat Nuha, Arief Fadillah Amier, saat peresmian Rumah Oleh-Oleh Telaloa di Desa Magani, Kecamatan Nuha, Senin (5/10/2026).

Rumah Oleh-Oleh Telaloa akan beroperasi setiap Senin hingga Sabtu, pukul 09.00–17.00 WITA.

Kehadirannya diharapkan tidak hanya menjadi etalase produk lokal, tetapi juga memperkuat ekosistem UMKM di Luwu Timur melalui keterhubungan antara pelaku usaha, koperasi, masyarakat, dan pasar.

Menurut Arief, keberadaan pusat oleh-oleh dapat menjadi ruang baru bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan sekaligus memasarkan produk mereka kepada masyarakat.

Namun, ia menilai pengembangan UMKM tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan komunikasi dan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dunia usaha, serta pihak lainnya untuk mengidentifikasi persoalan sekaligus mencari solusi yang sesuai dengan kebutuhan UMKM.

“Perlu kolaborasi, duduk bersama, dan banyak komunikasi agar kita bisa memberikan solusi kepada UMKM, termasuk agar semakin banyak produk yang dapat masuk dan dipasarkan di sini,” kata Arief.

Ia menyebut kehadiran Rumah Oleh-Oleh Telaloa sebagai langkah positif dalam membuka ruang pemasaran bagi produk-produk lokal.

Pemerintah Kecamatan Nuha, kata dia, akan terus mendukung berbagai inisiatif yang memberikan manfaat langsung bagi pelaku UMKM dan masyarakat.

“Kami akan selalu mendukung hal-hal baik yang dilakukan Vale Indonesia untuk meningkatkan kesejahteraan pelaku UMKM dan masyarakat. Semoga pusat oleh-oleh ini bisa terus berkembang, mendukung kemajuan ekonomi lokal,” ujarnya.

Rumah Oleh-Oleh Telaloa merupakan salah satu upaya PT Vale Indonesia Tbk dalam memperluas akses pasar bagi UMKM binaannya.

Pusat pemasaran tersebut diharapkan menjadi penghubung antara produk lokal dengan konsumen, sekaligus mendorong pertumbuhan usaha masyarakat.

Saat ini, Vale Indonesia mencatat terdapat 127 UMKM binaan yang tersebar di empat kecamatan, yakni Nuha, Towuti, Wasuponda, dan Malili. Selain itu, terdapat 49 UMKM potensial yang tengah dibidik untuk menjadi UMKM binaan.

Head of External Relations Sorowako & Outer Area Vale Indonesia, Yusri Yunus, mengatakan pengembangan UMKM tidak cukup hanya berfokus pada kemampuan menghasilkan produk.

Pelaku usaha juga membutuhkan dukungan dalam pengelolaan usaha, pemenuhan legalitas hingga akses pasar.

“Pengembangan UMKM tidak cukup hanya dengan meningkatkan kemampuan menghasilkan produk. Pelaku usaha juga membutuhkan ekosistem yang mendukung, mulai dari kapasitas pengelolaan usaha, pemenuhan legalitas, hingga akses terhadap pasar,” katanya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini