Tekape.co

Jendela Informasi Kita

BRI Palopo Bantah Penagihan Intimidatif, Tegaskan Collector Bekerja Sesuai Prosedur

Ilustrasi. (net)

PALOPO, TEKAPE.co – Tuduhan penagihan kredit secara intimidatif yang dilontarkan seorang nasabah berinisial GN terhadap salah satu bank pelat merah di Kota Palopo mendapat bantahan dari pihak bank.

Manager Cons BRI Palopo, Syaiful, menegaskan bahwa proses penagihan terhadap nasabah telah dilakukan sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku.

Pernyataan tersebut sekaligus membantah tudingan GN yang sebelumnya mengaku mendapat penagihan dengan kata-kata bernada intimidatif, termasuk ancaman akan mengecat rumah sebagai tanda nasabah menunggak.

Padahal, penagihan dilakukan setelah nasabah membayar tagihan yang sempat menunggak.

BACA JUGA: Air Macet 2 Bulan, Sadam Sentil PDAM Palopo: Kemarau Bukan Alasan untuk Pasrah

“Berdasarkan hasil penelusuran, proses penagihan kepada nasabah telah dilakukan sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku,” kata Syaiful.

Menurut dia, hasil penelusuran internal BRI tidak menemukan adanya tindakan penagihan yang bersifat intimidatif sebagaimana yang ditudingkan nasabah.

“Oleh karena itu, informasi mengenai adanya tindakan penagihan yang bersifat intimidatif tidak sesuai dengan hasil penelusuran dan tidak berdasar,” tegasnya.

BACA JUGA: Nasabah Bank Pelat Merah di Palopo Klaim Ditagih Bernada Intimidatif Meski Tunggakan Sudah Dibayar

Namun, BRI juga menekankan bahwa aktivitas penagihan kredit merupakan bagian dari proses pengelolaan kewajiban nasabah.

Syaiful menyebut, penagihan tidak akan dilakukan apabila pembayaran kredit dilakukan tepat waktu sesuai dengan perjanjian kredit yang telah disepakati.

“Perlu kami sampaikan juga hal ini (penagihan) tidak akan terjadi jika pembayaran dilakukan tepat waktu sesuai perjanjian kredit,” ujarnya.

Dua Versi Berbeda

Pernyataan BRI tersebut membuat persoalan antara nasabah dan bank kini memiliki dua versi yang berbeda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini