Jihadin Tak Mau UMKM Nuha Hanya Jadi Pelengkap, Booth Expo HARKOPNAS Diminta Strategis
SOROWAKO, TEKAPE.co — Expo HARKOPNAS di Lapangan Iniaku, Sorowako, bukan sekadar panggung pameran. Wakil Ketua I DPRD Luwu Timur, Jihadin Peruge, memastikan pelaku UMKM Kecamatan Nuha tidak hanya hadir sebagai pengisi ruang, tetapi benar-benar mendapatkan posisi strategis untuk memperluas pasar.
Untuk memastikan itu, Jihadin turun langsung meninjau kesiapan lokasi Expo dan Pameran HARKOPNAS, Rabu (2/9/2026).
Ia berkoordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Luwu Timur selaku koordinator Seksi Expo dan Pameran bersama Camat Nuha.
Fokusnya satu: memastikan UMKM Nuha tidak tersisih dalam penataan booth.
Bagi Jihadin, posisi stan bukan perkara teknis semata. Letak booth sangat menentukan seberapa mudah produk dilihat, didatangi, hingga berpotensi dibeli pengunjung.
Apalagi Expo HARKOPNAS akan menjadi etalase besar yang mempertemukan 24 kabupaten/kota se Sulawesi Selatan, 11 kecamatan di Luwu Timur, instansi vertikal/BUMN, Pompessi, serta pelaku UMKM.
“Kita ingin pelaku UMKM Nuha mendapatkan tempat yang baik dan mudah dijangkau pengunjung. Expo ini jangan hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi harus menjadi kesempatan bagi UMKM untuk memperluas pemasaran dan memperkenalkan produk mereka,” tegas Jihadin.
Ia menilai momentum tersebut terlalu besar jika hanya berakhir pada seremoni pembukaan, kunjungan pejabat, lalu booth kembali dibongkar tanpa ada dampak nyata bagi pelaku usaha.
Karena itu, penataan ruang harus dipikirkan dari perspektif pelaku UMKM. Produk lokal harus ditempatkan di titik yang memungkinkan interaksi langsung dengan pengunjung.
Jihadin juga mengapresiasi langkah DPMD yang sejak awal melakukan pengecekan dan pemetaan lokasi.
Menurutnya, koordinasi lintas sektor penting agar seluruh peserta mendapatkan ruang yang proporsional dan kegiatan berjalan tertib.
Namun, bagi Jihadin, ukuran keberhasilan Expo bukan hanya ramainya lokasi atau banyaknya booth yang berdiri.
Yang lebih penting adalah apa yang dibawa pulang pelaku UMKM setelah pameran selesai: pasar baru, pelanggan baru, jaringan baru, dan peluang usaha baru.
“Harapan kita, produk UMKM lokal semakin dikenal. Kalau semakin banyak yang melihat dan mengenal produknya, tentu peluang pasarnya juga semakin terbuka,” ujarnya.
Ia berharap koordinasi antara DPRD, DPMD, pemerintah kecamatan dan seluruh pihak terkait terus dilakukan hingga hari pelaksanaan. (*)





Tinggalkan Balasan