Jumat Bersih Jadi Rutinitas, Lurah Temmalebba dan Camat Bara Tuai Apresiasi Tokoh Masyarakat
PALOPO, TEKAPE.co – Komitmen Pemerintah Kelurahan Temmalebba dalam menjaga kebersihan lingkungan terus ditunjukkan melalui kegiatan Jumat Bersih yang rutin digelar setiap pekan.
Pada Jumat 3 Juli 2026, Lurah Temmalebba, Darma SE, turun langsung memimpin kegiatan bersama Camat Bara Dewa Gau, Ketua LPMK, para Ketua RT/RW, serta masyarakat.
Kegiatan gotong royong itu difokuskan pada pembersihan sejumlah titik di wilayah Kelurahan Temmalebba.
Bagi Darma, gerakan Jumat Bersih bukan sekadar agenda seremonial, tetapi menjadi bagian dari upaya membangun budaya hidup bersih di tengah masyarakat.
Dia juga secara konsisten memantau kondisi lingkungan agar tetap terjaga.
Kehadiran Camat Bara, Dewa Gau, dalam setiap kegiatan turut memperkuat kolaborasi antara pemerintah kecamatan, kelurahan, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan nyaman.
Komitmen tersebut mendapat apresiasi dari berbagai tokoh masyarakat. Salah satunya disampaikan Imam Masjid Raya Al Jihad Temmalebba, Mandar, S.Ag, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Ia menilai kepemimpinan Darma sebagai Lurah Temmalebba bersama Dewa Gau sebagai Camat Bara telah menunjukkan kepedulian nyata terhadap pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Apresiasi serupa juga disampaikan tokoh adat Tana Luwu, Abidin Arief. Menurutnya, Darma, Dewa Gau, Lurah Temmalebba Darma, dan satu lagi yakni Lurah Balandai Sulkarnain Bahar, merupakan aparatur pemerintah yang memiliki dedikasi tinggi dalam mengabdi kepada masyarakat Kota Palopo.
“Ketiga nama ini bukan sosok baru di lingkungan Pemerintah Kota Palopo. Mereka memiliki rekam jejak panjang, dikenal amanah, berpengalaman, dan bekerja dengan penuh tanggung jawab,” kata Abidin kepada wartawan.
Abidin menjelaskan, Darma telah menunjukkan integritas sejak masih bertugas sebagai staf di Dinas Pertanian pada masa pemerintahan Wali Kota Palopo saat itu, Judas Amir.
Berkat kinerja dan kepercayaan yang diberikan, dia kemudian dipercaya mengemban jabatan sebagai lurah.
Sementara itu, Dewa Gau disebut sebagai salah satu pejabat senior yang pernah dipersiapkan mengikuti pendidikan kepemimpinan karena dinilai memiliki kapasitas untuk menduduki jabatan strategis di lingkup Pemerintah Kota Palopo.
Begitu pula Sulkarnain Bahar yang dikenal memiliki dedikasi tinggi dan sempat dipersiapkan mengisi posisi strategis di bidang kebersihan.
Menurut Abidin, Dewa Gau dan Sulkarnain Bahar tidak hanya menjalankan tugas administratif sebagai camat dan lurah, tetapi juga kerap berperan membantu pemerintah dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial yang muncul di tengah masyarakat.
“Mereka termasuk pejabat senior yang sering membantu Forkopimda ketika terjadi dinamika di masyarakat, termasuk saat menangani persoalan di Kelurahan Mancani beberapa waktu lalu,” ujarnya.
Sebagai informasi, Abidin Arief dikenal sebagai salah satu tokoh adat Tana Luwu yang aktif membangun sinergi antara pemerintah dan lembaga adat. Pada masa pandemi COVID-19, ia turut menggagas webinar budaya bertajuk “I Laga Ligo: Budaya Tana Luwu sebagai Warisan untuk Kaum Milenial” yang melibatkan pemerintah kabupaten/kota se-Luwu Raya, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, PT Vale Indonesia, serta sejumlah mitra lainnya.
Kegiatan tersebut digelar di Ruang Ratona Kantor Wali Kota Palopo dan menjadi salah satu upaya memperkuat pelestarian budaya lokal melalui kolaborasi antara pemerintah dan lembaga adat. (*)






Tinggalkan Balasan