567 Santri Keracunan, 80 Dalam Penanganan, Bupati Subandi Minta Pengawasan SPPG Diperketat
Di sisi lain, Pemkab Sidoarjo memprioritaskan penanganan medis bagi para santri yang masih menjalani perawatan.
Dinas Kesehatan terus berkoordinasi dengan rumah sakit untuk memastikan seluruh pasien memperoleh penanganan secara optimal.
“Pemerintah daerah berfokus pada penanganan medis. Kami telah berupaya semaksimal mungkin untuk menangani seluruh pasien,” ujar Subandi.
Berdasarkan data terbaru yang disampaikan Subandi, sebanyak 567 santri telah memperoleh penanganan medis. Sebanyak 457 santri diperbolehkan pulang.
Sisanya, sebanyak 80 santri masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit dan 30 pasien masih dalam observasi,berdasarkan sumber data dari Dinas kesehatan sidoarjo per 2 September 2026 Pukul 13.00 WIB.
Perawatan santri dilakukan di sejumlah rumah sakit. Perinciannya, RS Siti Hajar merawat 35 pasien, RS Delta Surya 16 pasien, RS Pusura 12 pasien, RSU Aisyiyah St. Fatimah 9 pasien, RS Pusdik Bhayangkara 1 pasien, RSUD Notopuro 31 pasien, RS Anwar Medika 1 pasien, dan RS Arafah Anwar Medika 1 pasien.
Pemkab Sidoarjo terus berkoordinasi dengan BGN, Dinas Kesehatan, rumah sakit, dan perangkat daerah terkait pemantauan kondisi para santri serta memastikan penanganan berjalan dengan baik.
Sementara itu, Wakil Koordinator BGN Regional Jawa Timur Teguh Bayu Wibowo menjelaskan langkah BGN terhadap SPPG Kalitengah.
BGN menerima informasi mengenai kejadian tersebut pada Selasa (1/9/2026) malam. BGN provinsi segera melakukan pengecekan dan investigasi awal di lapangan. Hasilnya kemudian dilaporkan kepada pimpinan BGN pusat.
“Pada awalnya, operasional kami hentikan sementara tadi malam. Pagi ini, surat suspensi untuk dapur tersebut telah diterbitkan,” jelas Teguh.
Dia mengatakan, tim BGN pusat akan melakukan investigasi lanjutan untuk menentukan status suspensi SPPG Kalitengah. Selama proses investigasi berlangsung, operasional SPPG dihentikan sementara.





Tinggalkan Balasan