Tekape.co

Jendela Informasi Kita

Wartawan Diduga Dianiaya Saat Liput Antrean BBM di Palopo, Dipanggil Polisi lalu Dikepung

Antrean kendaraan mengular di SPBU Padang Alipan, Kelurahan Jaya, Kecamatan Telluwanua, Kota Palopo, Kamis (24/9/2026). Kondisi antrean tersebut tengah diliput wartawan sebelum terjadi dugaan penganiayaan. (ist)

PALOPO, TEKAPE.co – Seorang wartawan Linteranews.com, FS, melaporkan dugaan penganiayaan yang dialaminya saat meliput antrean panjang kendaraan di salah satu SPBU di Kota Palopo, Sulawesi Selatan.

Laporan tersebut telah diterima Polres Palopo dan kini dalam proses penyelidikan.

Peristiwa dugaan penganiayaan itu terjadi di SPBU Padang Alipan, Kelurahan Jaya, Kecamatan Telluwanua, Palopo, Kamis (24/9/2026).

BACA JUGA: Dugaan Konflik Kepentingan Disorot, Laporan Lahan Islamic Center Malili Sementara Ditelaah Kejari

FS mengaku saat itu sedang menjalankan tugas jurnalistik dengan mengambil gambar kondisi antrean panjang kendaraan di sekitar SPBU.

Di tengah kegiatan peliputan, FS kemudian dipanggil oleh salah seorang anggota Polsek Telluwanua yang berada di dalam warung dekat SPBU.

FS kemudian menghampiri anggota polisi tersebut untuk berbicara.

BACA JUGA: Bukan Cuma Curi Motor, A Ngaku Gasak HP dan Laptop di Palopo, Bua hingga Lamasi

Namun, situasi berubah setelah terdengar ucapan keras dari salah seorang yang disebut sebagai pelansir BBM dan berada di dalam warung tersebut.

Menurut FS, orang tersebut mengeluarkan pernyataan yang menyebut keberadaan wartawan di lokasi.

“Di tengah pertemuan itu, tiba-tiba terdengar suara dari salah satu pelansir yang berada di dalam warung. Dia berkata dengan nada keras, ‘Tidak ada anunya wartawan di sini’,” kata FS.

Tak lama kemudian, sejumlah orang yang diduga terkait aktivitas penyalahgunaan BBM mendekati FS.

Ia mengaku dikepung saat berada di atas sepeda motor.

FS juga menyebut dirinya mendapat kekerasan fisik dari arah belakang.

“Tiba-tiba saya dikepung sejumlah orang. Saat itu saya berada di atas sepeda motor. Dari arah belakang, ada yang menendang saya,” ujarnya.

Setelah kejadian tersebut, FS memilih melaporkan dugaan penganiayaan yang dialaminya ke Polres Palopo.

Laporan itu kini tengah ditindaklanjuti aparat kepolisian.

Kasat Reskrim Polres Palopo Iptu Ridwan Parintak membenarkan adanya laporan tersebut.

“Laporannya sudah ada dan saat ini masih dalam proses penyelidikan,” kata Ridwan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini