Tamaris Hydro Bahas Pembangunan Kembali PLTA Parmonangan
TAPUT, TEKAPE.co – Rencana pembangunan kembali fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) yang dikelola PT Tamaris Hydro di Kecamatan Parmonangan, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, memasuki tahap komunikasi lanjutan dengan masyarakat.
Mantan Kepala Desa Hutatua, Jhondar Manalu, menyampaikan kepada TEKAPE.co, Selasa (1/9/2026), bahwa sosialisasi mengenai rencana pembangunan kembali fasilitas PLTA tersebut akan kembali digelar sebagai tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya.
Menurut Jhondar, sosialisasi lanjutan diperlukan agar masyarakat memperoleh informasi yang lebih jelas mengenai rencana pembangunan, sekaligus menjadi ruang bagi warga untuk menyampaikan aspirasi dan berbagai hal yang perlu diperhatikan sebelum kegiatan dilanjutkan.
BACA JUGA: Viral “Rayap Besi” di Doloksanggul, Polisi Amankan 4 Anak
Sebelumnya, sosialisasi telah digelar di Kantor Camat Parmonangan pada Kamis (20/8/2026). Pertemuan tersebut dihadiri unsur pemerintah kecamatan, pihak PT Tamaris Hydro, Kapolsek Parmonangan, Babinsa, serta masyarakat dari Desa Hutatua dan Desa Manalu Dolok.
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari komunikasi awal setelah fasilitas pembangkit mengalami kerusakan akibat bencana alam pada November 2025. Peristiwa itu juga menyebabkan sejumlah pekerja menjadi korban.
Camat Parmonangan, Rianto Lumbantobing, S.E., memimpin jalannya pertemuan. Sejumlah persoalan menjadi pembahasan, mulai dari aspek keselamatan kerja, kondisi konstruksi hingga keterlibatan masyarakat setempat dalam proses pembangunan kembali.
BACA JUGA: Kapus Sipahutar Diduga Jarang Berkantor, Disebut Hanya Hadir 1–2 Kali Sepekan
Dalam sosialisasi itu, PT Tamaris Hydro menyampaikan komitmen untuk melakukan perencanaan dan pembangunan dengan memperhatikan aspek keamanan serta keselamatan pekerja. Evaluasi terhadap kondisi konstruksi juga menjadi bagian dari rencana pembangunan kembali fasilitas tersebut.
Pihak perusahaan turut menyampaikan belasungkawa atas musibah yang terjadi pada November 2025. Peristiwa tersebut meninggalkan duka bagi keluarga para pekerja yang menjadi korban.
Masyarakat Desa Hutatua dan Desa Manalu Dolok dalam pertemuan tersebut juga menyampaikan sejumlah aspirasi. Salah satunya mengenai keterlibatan masyarakat sekitar dalam proses pembangunan, termasuk peluang bagi tenaga kerja lokal.
Warga juga meminta agar aspek keselamatan menjadi perhatian utama dalam pembangunan kembali. Pengalaman dari peristiwa sebelumnya diharapkan menjadi bahan evaluasi sehingga risiko terhadap pekerja maupun masyarakat di sekitar lokasi dapat diminimalkan.
Camat Parmonangan Rianto Lumbantobing mengatakan pemerintah kecamatan mendukung pembangunan yang dapat memberikan manfaat bagi daerah dan masyarakat. Namun, aspek keselamatan serta kepentingan masyarakat sekitar harus tetap menjadi perhatian.
“Pada prinsipnya, kami mendukung pembangunan yang memberikan manfaat bagi daerah dan masyarakat. Namun, keselamatan harus menjadi perhatian utama. Kami juga berharap masyarakat sekitar dapat dilibatkan sesuai kebutuhan dan ketentuan yang berlaku,” ujar Rianto.
Ia mengatakan komunikasi antara perusahaan, pemerintah dan masyarakat perlu terus dibangun agar berbagai persoalan yang muncul dapat dibahas secara terbuka.
“Yang paling penting adalah bagaimana pembangunan ini ke depan dapat berjalan aman, tertib, dan memberikan manfaat. Aspirasi masyarakat juga harus didengar dan menjadi bagian dari pembahasan,” katanya.
Dengan adanya rencana sosialisasi lanjutan, proses pembangunan kembali fasilitas PLTA Parmonangan diharapkan tidak hanya berorientasi pada keberlanjutan operasional pembangkit, tetapi juga memperhatikan aspek keselamatan, kondisi konstruksi serta kepentingan masyarakat yang berada di sekitar lokasi.
Sosialisasi lanjutan tersebut sekaligus menjadi ruang untuk memperjelas tahapan rencana pembangunan kembali dan memastikan komunikasi antara perusahaan, pemerintah serta masyarakat tetap berjalan sebelum kegiatan memasuki tahapan berikutnya.
(Abednego Manalu)





Tinggalkan Balasan