oleh

Silaturahim di Latimojong, Maddika Ponrang Ajak Warga Bersatu Perkuat Adat

LUWU, TEKAPE.co – Pemangku adat Kedatuan Luwu melakukan silaturrahmi, di kediaman keluarga Herman Mangentang, di Desa Rante Balla, Kecamatan Latimojong, Kabupaten Luwu, Selasa 8 September 2020, siang.

Dalam pertemuan itu, hadir sejumlah pemangku adat dan pemerhati adat budaya Tana Luwu.

Diantara yang hadir Maddika Ponrang H Andi Sana Kira S.Sos, M.Si, Wija Datu Kamanre H Andi Baso Opu Bau SH, Wija Tomanurung Andi Baso Ilyas Opu Lanre, Tokoh Adat Luwu AKBP (Purn) Drs Pandu Tandirerung, dan beberapa pemerhati pemangku adat lainnya, serta puluhan masyarakat setempat.

Dalam pertemuan itu, para pemangku adat mengajak warga setempat untuk memperkuat adat, sehingga tidak mudah dicerai-beraikan.

“Pertemuan ini adalah silaturrahmi biasa. Melalui kesempatan ini, kami harap saling kenal. Mari bersatu memperkuat adat budaya kita,” imbau Maddika Ponrang, Andi Sanad Kira.

Sementara itu, Tokoh Adat Luwu AKBP (Purn) Drs Pandu Tandirerung, mengajak warga Rante Balla agar dapat menyelesaikan segala persoalan dengan musyawarah mufakat dan kepala dingin.

Ia juga menyinggung terkait keberadaan tambang emas PT Masmindo Dwi Area, soal lahan yang akan ditambang.

Ia menyarankan agar lahan milik masyarakat tidak sistem ganti rugi, namun lebih baik bagi hasil atau sistem sewa, sehingga masyarakat tidak dirugikan.

“Sebab jika sistem ganti rugi, maka anak cucu kita tidak punya lahan lagi, setelah tambang habis. Namun jika sistem sewa atau bagi hasil, maka setelah ditambang, bisa kembali digarap,” terangnya. (*)

Komentar

Berita Terkait