Tekape.co

Jendela Informasi Kita

Ratusan Santri Diduga Keracunan Usai Santap MBG, Bupati Sidoarjo: Tak Ada yang Meninggal

Ambulans membawa santri yang diduga mengalami keracunan ke IGD RSUD Notopuro Sidoarjo untuk mendapatkan penanganan medis. (ist)

SIDOARJO, TEKAPE.co – Ratusan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Manba’ul Hikam, Sidoarjo, Jawa Timur, harus mendapat perawatan medis setelah diduga mengalami keracunan usai menyantap Makanan Bergizi Gratis (MBG), Selasa (1/9/2026).

Para santri yang mengalami keluhan kesehatan kemudian dibawa ke sejumlah rumah sakit di wilayah Sidoarjo untuk mendapatkan penanganan.

Bupati Sidoarjo Subandi memastikan para santri yang menjalani perawatan telah mendapat pelayanan medis. Ia juga meluruskan informasi yang menyebut adanya korban meninggal dunia dalam kejadian tersebut.

“Tidak ada yang meninggal, semua pasien tertangani dengan baik. Kalau ada berita yang menyatakan ada yang meninggal, itu tidak benar,” kata Subandi setelah mengunjungi para korban di RSUD Notopuro Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (2/9/2026).

Berdasarkan data yang disampaikan Subandi, sekitar 200 santri menjalani perawatan di RSUD Notopuro Sidoarjo.

Sementara itu, sebanyak 15 santri dirawat di RS Delta Surya dan 58 santri lainnya mendapat perawatan di RS Islam Siti Hajar Sidoarjo.

Total ratusan santri tersebut tersebar di tiga rumah sakit dan kondisinya terus dipantau oleh tim medis.

Subandi mengatakan penanganan diberikan sesuai kondisi kesehatan masing-masing pasien. Ia menyebut kondisi para santri secara umum mulai menunjukkan perkembangan positif.

Sejumlah santri bahkan sudah diperbolehkan meninggalkan rumah sakit setelah dinyatakan dalam kondisi sehat oleh tim medis.

Bupati Sidoarjo juga mengimbau para orangtua dan wali santri agar tidak cemas berlebihan. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo bersama pihak rumah sakit disebut terus melakukan pemantauan hingga seluruh santri yang dirawat dinyatakan pulih.

“Santri yang masih membutuhkan perawatan akan tetap mendapatkan pengawasan dari pihak rumah sakit sebelum diperbolehkan kembali ke rumah,” ujarnya.

Ambulans Masih Berdatangan

Pantauan hingga pukul 21.50 WIB menunjukkan aktivitas di RSUD Notopuro Sidoarjo masih berlangsung.

Sejumlah ambulans terlihat keluar-masuk membawa santri yang membutuhkan penanganan medis ke pintu Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Di sisi lain, keluarga dan kerabat para santri juga masih memadati area rumah sakit. Mereka menunggu perkembangan kondisi anggota keluarga yang tengah menjalani perawatan.

Kasus dugaan keracunan tersebut terjadi setelah para santri menyantap menu MBG pada Selasa (1/9/2026). Penanganan terhadap para santri hingga kini masih dilakukan di sejumlah fasilitas kesehatan di Sidoarjo. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini