Proyek Jalan Rp2,8 Miliar, Sekjen PKN-RI: “Jangan Asal Bapak Senang”
Menurut Eduard, pengawasan tidak cukup hanya melalui kunjungan lapangan maupun pemeriksaan administrasi, tetapi juga perlu memastikan kesesuaian mutu pekerjaan dengan dokumen kontrak.
“Jangan hanya laporan yang bagus-bagus saja. Istilah sekarang disebut ABS (Asal Bapak Senang). Penggunaan uang negara merupakan tanggung jawab yang besar. Jangan hanya karena ingin meraup untung besar, kualitas proyek cukup tampak bagus sementara, tetapi ke depan zonk,” ujar Eduard.
Ia meminta APIP, Inspektorat Daerah, maupun instansi berwenang lainnya melakukan pemeriksaan apabila terdapat temuan yang perlu ditindaklanjuti.
Menurutnya, pemeriksaan teknis terhadap material dan hasil pekerjaan penting dilakukan secara objektif agar penilaian mutu proyek tidak hanya didasarkan pada tampilan fisik di lapangan.
Upaya konfirmasi kepada kontraktor pelaksana dilakukan pada Jumat (25/9/2026), terutama terkait penggunaan material, metode pelaksanaan, dan kualitas pekerjaan.
Saat dikonfirmasi melalui sambungan seluler, pihak kontraktor menyampaikan, “Cuma bonekanya saya di proyek itu,” katanya.
Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Dalan Simanjuntak, yang juga menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang dan Perhubungan Kabupaten Tapanuli Utara, sebelumnya telah dimintai tanggapan mengenai persoalan tersebut.
“Terima kasih informasinya, akan kita cek,” ujar Dalan.
Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh penjelasan lebih lanjut dari kontraktor maupun hasil pemeriksaan teknis dari instansi terkait mengenai material yang menjadi sorotan.
Hasil pemeriksaan teknis nantinya penting untuk memastikan apakah material dan pelaksanaan pekerjaan telah sesuai dengan spesifikasi teknis serta dokumen kontrak yang menjadi dasar pelaksanaan proyek.
(Abednego Manalu)





Tinggalkan Balasan